Lukisan wajah John Lennon. John Lennon menjadi salah satu bintang yang dibunuh penggemarnya sendiri. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Steven Soderbergh mengungkapkan bahwa ia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Al) generatif dalam proyek dokumenter terbarunya, John Lennon: The Last Interview. Menurutnya, teknologi Al digunakan untuk menghadirkan visual penunjang mendiang Lennon.
Film ini akan berfokus pada wawancara terakhir John Lennon saat mempromosikan album Double Fantasy bersama istrinya sekaligus kolaboratornya, Yoko Ono. Soderbergh menjelaskan bahwa sebagian besar visual akan berasal dari arsip, baik berupa foto maupun video.
Namun, sekitar 10 persen dari film akan diisi dengan rekaman video hasil Al yang menampilkan momen-momen surealis yang dinilai sulit diwujudkan melalui metode kreatif. "Bagian ini menjadi tantangan karena kami membutuhkan visual yang bersifat metaforis dan tidak bisa diwujudkan dengan metode kreatif biasa," kata Soderbergh dikutip dari NME, Rabu (6/5/2026).
Soderbergh tak memungkiri bahwa penggunaan Al dalam produksi film masih menjadi perdebatan di kalangan sineas global. Namun ia mengeklaim penggunaan Al di dokumenter ini hanya sebatas alat bantu, bukan untuk menggantikan kru manusia.
"Al yang kami gunakan di film ini pada dasarnya sama seperti Anda menggunakan VFX atau CGI atau teknologi non-fotografi lainnya dalam produksi film," kata sutradara.

1 week ago
16











































