Ducati Tak Ingin Nomor 1 Pindah ke KTM, Pirro Dukung Marquez

6 hours ago 7

Ducati Tak Ingin Nomor 1 Pindah ke KTM, Pirro Dukung Marquez

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki fase yang semakin ketat setelah 12 seri berlangsung. Di tengah pertarungan sengit antara pembalap Aprilia dan Ducati, pembalap uji Ducati Corse Michele Pirro justru melontarkan pernyataan yang menarik perhatian. Alih-alih menjagokan Fabio Di Giannantonio yang sedang tampil impresif, Pirro secara terbuka memilih Marc Marquez sebagai kandidat juara dunia musim ini.

Pilihan tersebut bukan karena Pirro meragukan kemampuan Di Giannantonio. Sebaliknya, ia mengakui pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu sedang menjalani musim yang sangat baik. Namun, ada faktor lain yang membuat Pirro lebih berharap Marquez membawa pulang mahkota juara dunia MotoGP 2026.

"Jika saya harus bertaruh, saya akan bertaruh untuk Marquez. Dia adalah pembalap yang akan tetap bersama Ducati musim depan," tegas Pirro dalam wawancara dengan GPOne sebagaimana dikutip Motosan, Selasa (18/8/2026).

Ducati Ingin Gelar Tetap Bersama Pabrikan Italia

Pernyataan Michele Pirro menjadi sorotan karena berbeda dari kecenderungan sebagian pembalap Italia yang biasanya memberikan dukungan kepada sesama rider asal Italia. Dalam situasi ini, Fabio Di Giannantonio justru tidak menjadi pilihan utama Pirro meskipun masih berstatus pembalap Ducati pada MotoGP 2026.

Alasan yang dikemukakan Pirro berkaitan dengan masa depan Di Giannantonio yang telah diproyeksikan bergabung dengan KTM pada musim 2027. Situasi tersebut membuat Ducati memiliki kepentingan agar gelar juara dunia tetap berada di lingkungan pabrikan asal Borgo Panigale itu.

"Hal terpenting adalah Ducati juara. Bukan karena Di Giannantonio tidak sanggup, jauh dari itu. Menurut saya, dia memiliki musim yang luar biasa," aku Pirro.

Meski memberikan pujian kepada Di Giannantonio, Pirro menegaskan bahwa keberlanjutan gelar juara dunia di Ducati menjadi pertimbangan utama.

"Tapi, Fabio akan bersama KTM tahun depan. Saya tidak mau melihat nomor 1 ada di motor (milik pabrikan) lain," tandasnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana faktor loyalitas dan keberlanjutan proyek tim turut menjadi pertimbangan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP. Bagi Ducati, mempertahankan nomor 1 pada motor yang masih membela pabrikan mereka dianggap memiliki nilai strategis untuk musim berikutnya.

Marc Marquez Jadi Harapan Ducati untuk 2027

Komentar Pirro juga memperlihatkan kondisi unik yang dihadapi Ducati menjelang musim 2027. Dari enam pembalap Ducati yang turun di MotoGP 2026, Marc Marquez disebut sebagai satu-satunya rider yang dipastikan tetap bersama Ducati pada musim berikutnya.

Situasi itu membuat peluang Marquez menjadi juara dunia memiliki arti lebih besar dibanding sekadar menambah koleksi gelarnya. Jika berhasil meraih gelar, Ducati dapat mempertahankan status juara dunia sekaligus membawa nomor 1 tetap berada di garasi mereka pada MotoGP 2027.

Di sisi lain, Di Giannantonio justru menjadi salah satu pembalap Ducati yang tampil konsisten sepanjang musim. Performa tersebut membuat namanya terus berada dalam persaingan papan atas klasemen sementara.

Aprilia Kuasai Puncak Klasemen MotoGP 2026

Meski Ducati masih memiliki sejumlah pembalap kompetitif, klasemen sementara MotoGP 2026 hingga GP Inggris menunjukkan dominasi Aprilia Racing. Jorge Martin memimpin perolehan poin dengan 240 angka setelah 12 seri berlangsung.

Posisi kedua ditempati Marco Bezzecchi dengan koleksi 209 poin. Sementara Ai Ogura berada di urutan ketiga setelah mengumpulkan 203 poin. Hasil tersebut membuat tiga posisi teratas klasemen sementara dikuasai pembalap Aprilia.

Dari kubu Ducati, Marc Marquez menjadi pembalap dengan posisi terbaik. Juara dunia delapan kali itu menempati urutan keempat dengan 200 poin, hanya terpaut tiga angka dari Ai Ogura.

Di belakang Marquez terdapat Fabio Di Giannantonio yang mengoleksi 199 poin. Selisih satu poin antara kedua pembalap Ducati tersebut menunjukkan persaingan internal pabrikan Italia masih sangat terbuka menjelang paruh kedua musim.

Pirro Waspadai Ancaman Aprilia

Selain membahas peluang Marquez dan Di Giannantonio, Michele Pirro juga mengakui kekuatan Aprilia yang menjadi rival utama Ducati musim ini. Menurutnya, performa yang ditunjukkan tim asal Noale tersebut membuat persaingan gelar juara dunia semakin sulit diprediksi.

Pirro menilai karakteristik setiap sirkuit akan memainkan peran penting dalam menentukan arah perebutan gelar hingga akhir musim. Ia mencontohkan Silverstone sebagai salah satu lintasan yang menghadirkan tantangan besar bagi Ducati.

"Kita perlu bernavigasi dengan hati-hati: setiap trek akan menjadi cerita tersendiri. Ada sirkuit, seperti Silverstone, di mana kami akan kesulitan, dan ada yang lain di mana kami akan memiliki lebih sedikit kesulitan," ujar Pirro kepada GPOne.

Meski demikian, Pirro berharap Ducati dapat kembali kompetitif pada seri berikutnya di Aragon. Ia juga memperkirakan duel antara Ducati dan Aprilia akan terus berlangsung hingga seri penutup musim di Valencia.

Persaingan MotoGP 2026 masih menyisakan sejumlah balapan penting, termasuk putaran Aragon pada 28-30 Agustus mendatang. Dengan selisih poin yang tipis di papan atas klasemen, pertarungan antara Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Ai Ogura, Marc Marquez, dan Fabio Di Giannantonio diperkirakan akan menjadi salah satu cerita utama hingga akhir musim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|