Distribusi Farmasi dan Alat Kesehatan Masih Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi

5 days ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri distribusi farmasi dan alat kesehatan dinilai masih menunjukkan daya tahan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Hal ini tercermin dari kinerja sejumlah perusahaan kesehatan yang tetap mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada kuartal pertama 2026, didorong penguatan distribusi, ekspansi kemitraan, hingga efisiensi operasional.

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) misalnya, membukukan penjualan neto sebesar Rp4,03 triliun hingga 31 Maret 2026, naik dibandingkan Rp3,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba periode berjalan meningkat 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar.

Kontributor terbesar masih berasal dari penjualan produk farmasi yang mencapai Rp3,26 triliun. Sementara penjualan alat kesehatan menyumbang Rp394,5 miliar dan produk kesehatan Rp380,2 miliar.

Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk Harris Lesmana mengatakan perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal baru, serta penjajakan kerja sama strategis di sektor alat kesehatan.

“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Harris.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, perusahaan juga berencana meresmikan gedung dan gudang baru cabang PT Anugrah Argon Medica di Medan guna memperluas jangkauan distribusi farmasi di wilayah barat Indonesia. Selain itu, pada kuartal I 2026 perusahaan telah menambah tiga prinsipal baru untuk memperkuat portofolio bisnis dan posisi kompetitif perseroan.

Di sisi lain, perseroan juga memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pada aspek lingkungan, perusahaan mulai menggunakan armada mobil listrik untuk distribusi farmasi dan melanjutkan operasional 106 unit motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.

Pada aspek sosial, perusahaan melanjutkan program pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit kronis. Sementara pada aspek tata kelola, perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini operasional.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Selasa (12/5/2026), perseroan juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp176,56 miliar atau setara Rp12,6 per saham. Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi dengan mengangkat Juliwaty sebagai Direktur Utama menggantikan Krestijanto Pandji.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|