DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Alami Kendala Serius saat Tur Eropa

7 hours ago 7


Harianjogja.com, JOGJA— Tiga grup musik metal Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, mengungkap kendala serius yang mereka alami selama menjalani rangkaian tur Eropa 2026. Persoalan tersebut menyebabkan agenda pertunjukan di Cork, Irlandia, serta London, Inggris, batal terlaksana.

Melalui pernyataan resmi di media sosial yang dilihat Selasa (18/8/2026), ketiga band menyebut berbagai komitmen yang sebelumnya dijanjikan promotor, Diablo Productions, tidak dijalankan sebagaimana kesepakatan awal.

Mereka mengaku menghadapi sejumlah masalah yang mencakup kesiapan venue, transportasi, akomodasi, hingga komunikasi selama pelaksanaan tur.

"Kami ingin mengonfirmasikan bahwa tour kami bersama Diablo Productions mengalami masalah serius yang mengakibatkan batalnya pertunjukan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris," tulis pernyataan resmi yang diunggah melalui akun media sosial DeadSquad.

Venue London Disebut Tidak Pernah Dipesan

Salah satu persoalan paling krusial terjadi pada agenda konser di London. Ketiga band mengungkapkan bahwa pihak venue akhirnya membatalkan acara setelah mengetahui tidak ada pemesanan resmi yang dilakukan promotor.

Menurut pernyataan mereka, pihak venue bahkan menghubungi personel band secara langsung melalui Instagram untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya.

"Pihak venue kemudian menghubungi kami secara langsung melalui Instagram dan menjelaskan bahwa Diablo Productions tidak pernah secara resmi mereservasi atau menyewa venue tersebut."

Pihak venue juga disebut telah berulang kali berupaya menghubungi promotor untuk mendapatkan konfirmasi melalui email maupun telepon. Namun, berbagai upaya tersebut tidak memperoleh tanggapan.

"Pihak venue juga menjelaskan bahwa mereka telah berulang kali mencoba menghubungi Diablo melalui email dan telepon untuk mendapatkan konfirmasi, namun tidak mendapatkan respons."

Kendala Berlanjut Usai Tampil di Dublin

Masalah tidak berhenti pada urusan venue. Setelah menyelesaikan penampilan di Lost Lane, Dublin, ketiga band mengaku kembali menghadapi kendala karena promotor gagal menyediakan akomodasi dan transportasi untuk perjalanan berikutnya.

Akibat kondisi tersebut, rangkaian perjalanan menuju Cork dan London tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal.

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit menyatakan telah berusaha menyelesaikan persoalan secara internal dan tetap bersikap kooperatif selama proses berlangsung. Namun, mereka menilai masalah yang muncul menunjukkan lemahnya persiapan dan koordinasi dari pihak promotor.

"Kami telah berusaha menyelesaikan semuanya secara internal dan tetap kooperatif sepanjang proses ini. Namun, situasi yang terjadi menunjukkan kurangnya persiapan, organisasi, komunikasi, dan profesionalisme yang sangat serius dari pihak promotor."

Mereka juga mengaku mengalami kerugian akibat berbagai komitmen yang tidak dipenuhi.

"Dengan berbagai komitmen yang tidak terpenuhi dan kerugian yang kami alami, kami merasa sangat dirugikan dan dikecewakan oleh Diablo Productions."

Disampaikan sebagai Bentuk Transparansi

Ketiga band memilih menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka kepada publik. Langkah itu disebut sebagai bentuk transparansi sekaligus peringatan bagi pelaku industri musik, khususnya komunitas extreme music.

Mereka berharap pengalaman serupa tidak dialami musisi lain yang menjalani tur internasional.

"Kami menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk transparansi, sekaligus sebagai peringatan bagi para pelaku di industri musik, khususnya penggiat extreme music di mana pun berada."

Menurut mereka, masalah seperti ini dapat menimpa siapa saja jika koordinasi dan profesionalisme tidak dijalankan dengan baik oleh pihak yang bertanggung jawab.

Tur Eropa Tetap Berlanjut

Meski menghadapi berbagai hambatan, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit memastikan rangkaian tur Eropa tidak akan berhenti di tengah jalan.

Mereka menegaskan tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh agenda yang tersisa dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai tantangan yang harus dihadapi bersama.

"Besar kekecewaan yang kami rasakan, tetapi lebih besar semangat kami untuk tetap menuntaskan European Tour ini."

Rangkaian tur dijadwalkan kembali berlangsung mulai 20 Agustus 2026 di Eindhoven, Belanda, sebelum berlanjut ke sejumlah kota lainnya di Eropa.

Untuk agenda selanjutnya, ketiga band akan bekerja sama dengan DF Bookings yang disebut memiliki pengalaman panjang dalam menangani konser musik ekstrem sekaligus memiliki hubungan baik dengan para personel band.

Melalui pernyataan yang sama, mereka juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan selama tur berlangsung.

"Terima kasih untuk semuanya yang selalu mendukung kita. Semoga apa yang telah dan kami jalani membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|