Karyawan melayani nasabah yang ingin membeli emas di Gedung BSI Tower, Jakarta. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat masyarakat berinvestasi emas melalui skema cicilan terus meningkat. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi pasar keuangan, emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif aman untuk menjaga nilai aset.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pembiayaan cicil emas mencapai Rp 16,93 triliun hingga April 2026. Nilai tersebut tumbuh 97,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan tren tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan emas sebagai sarana investasi jangka menengah dan panjang.
“Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara syariah pada instrumen yang dinilai aman dan tahan terhadap inflasi,” kata Anton dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, layanan cicil emas diminati berbagai kelompok usia, mulai dari generasi Z hingga baby boomers. Selain karena nilai emas yang cenderung stabil, masyarakat juga tertarik karena pilihan tenor dan besaran angsuran yang fleksibel.
Anton menjelaskan emas tidak hanya digunakan sebagai instrumen investasi, tetapi juga untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan. Di antaranya biaya pendidikan, dana perjalanan haji, hingga persiapan pernikahan bagi generasi muda.
BSI menyediakan berbagai pilihan logam mulia, mulai dari ukuran 5 gram hingga 100 gram. Bank tersebut juga terus memperkuat ekosistem bisnis emas setelah memperoleh izin sebagai bank bulion.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas kerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk memperkuat pasokan dan distribusi emas. Kerja sama itu mencakup perdagangan emas fisik melalui layanan digital, penguatan jaringan distribusi ritel, serta edukasi investasi emas kepada masyarakat.
BSI menyebut kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas sekaligus mendukung pengembangan ekosistem emas nasional.
sumber : Antara

8 hours ago
5

















































