
Peserta belajar Docker, FTTH, hingga otomasi n8n untuk kebutuhan industri digital. /Istimewa.
Harianjogja.com, BOGOR—Program Studi Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar pelatihan keterampilan jaringan komputer di Pusat Belajar Jarak Jauh (PBJJ) UII Pesantren Hilal, Kota Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini menyasar siswa, alumni SMK, hingga masyarakat umum guna meningkatkan kompetensi digital yang dibutuhkan dunia industri.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya PJJ Informatika UII memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus memperkuat keterampilan masyarakat di bidang teknologi informasi. Selain memberikan pembekalan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi model pembelajaran fleksibel yang memungkinkan masyarakat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus berpindah domisili ke Yogyakarta.
Ketua Program Studi PJJ Informatika UII. Nur Wijayaning Rahayu mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat usia produktif agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri digital.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus mengenalkan fleksibilitas pembelajaran di PJJ Informatika UII. Dengan model pembelajaran jarak jauh, masyarakat tetap dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala lokasi," ujar Nur Wijayaning Rahayu dikutip Sabtu (6/6/2026).
Peserta pelatihan didominasi lulusan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Materi yang diberikan dikemas dengan pendekatan praktik sehingga peserta dapat langsung mengenal teknologi yang banyak digunakan di dunia kerja saat ini.
Materi pelatihan mencakup pemanfaatan platform otomasi n8n, pengelolaan aplikasi berbasis container menggunakan Docker, hingga instalasi jaringan berbasis serat optik Fiber to the Home (FTTH).
Pemantauan Jaringan Berbasis Docker dan Uptime Kuma
Pada sesi pertama, mahasiswa PJJ Informatika UII sekaligus network engineer asal Banyumas, Bekti Dwi Kurniadi, membahas pentingnya sistem pemantauan jaringan dalam menjaga stabilitas layanan digital.
Menurut Bekti, kebutuhan akan sistem monitoring semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan berbagai sektor terhadap layanan internet dan jaringan komputer.
"Kestabilan jaringan menjadi faktor penting dalam mendukung operasional berbagai layanan digital. Karena itu, administrator jaringan perlu memiliki kemampuan melakukan pemantauan secara real time agar gangguan dapat segera diketahui dan ditangani," kata Bekti.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada penggunaan Docker dan Uptime Kuma sebagai solusi pemantauan jaringan modern. Docker digunakan untuk menjalankan aplikasi secara konsisten di berbagai perangkat, sedangkan Uptime Kuma berfungsi sebagai dashboard pemantauan berbasis web.
Peserta juga mempraktikkan instalasi dan konfigurasi Windows Subsystem for Linux (WSL), Docker Desktop, hingga aktivasi Uptime Kuma. Sistem tersebut memungkinkan pengelola jaringan memantau kondisi layanan secara visual dan menerima notifikasi otomatis melalui Telegram apabila terjadi gangguan.
FTTH Jadi Tulang Punggung Internet Modern
Materi berikutnya disampaikan oleh Farid Hawazi, mahasiswa PJJ Informatika UII yang juga bekerja sebagai network engineer di PT Tunas Media Data Wonosobo.
Farid menjelaskan jaringan Fiber to the Home (FTTH) kini menjadi salah satu teknologi utama dalam distribusi layanan internet karena menawarkan kecepatan dan stabilitas yang lebih baik dibandingkan jaringan berbasis kabel tembaga.
"Serat optik menjadi tulang punggung distribusi internet modern karena mampu mengirimkan data dalam kapasitas besar dengan kecepatan tinggi serta lebih tahan terhadap gangguan cuaca maupun interferensi elektromagnetik," ujar Farid.
Selain mempelajari konsep FTTH, peserta juga dikenalkan dengan berbagai perangkat pendukung instalasi jaringan, mulai dari alat penyambung serat optik (splicing tools), alat ukur redaman, hingga perangkat pendukung lainnya yang digunakan dalam pembangunan jaringan internet berbasis fiber optik.
Otomasi Jaringan dengan Platform n8n
Sesi terakhir menghadirkan Rizki Septian, mahasiswa PJJ Informatika UII sekaligus network engineer BSI UII Yogyakarta. Dalam paparannya, Rizki menjelaskan perkembangan tugas teknisi jaringan yang kini tidak hanya berfokus pada pengelolaan perangkat, tetapi juga mencakup pelaporan, pencadangan konfigurasi, hingga inventarisasi perangkat.
Menurut dia, berbagai pekerjaan yang dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan kesalahan dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Karena itu, pemanfaatan platform otomasi seperti n8n menjadi salah satu solusi yang semakin banyak digunakan.
"n8n memungkinkan berbagai sistem saling terhubung melalui alur kerja otomatis. Dengan pendekatan ini, pekerjaan rutin seperti pengiriman notifikasi, pencatatan log, hingga pelaporan dapat dilakukan secara otomatis sehingga lebih efisien dan meminimalkan human error," kata Rizki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































