Ladang ganja di Aceh. BNN mengubah ladang ganja di Aceh menjadi kebun kopi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah ladang tanaman ganja di Gayo Lues, Aceh, menjadi kebun kopi. Peralihan tanaman tersebut dilakukan BNN dalam program Rancangan Besar Alternatif Pembangunan (RBAP) pada 2025.
Dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama BNN di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, Kepala BNN, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, mengatakan, program tersebut berhasil mengajak masyarakat menanam tanaman kopi di atas bekas ladang ganja. "Kita berikan pemahaman dan pelatihan sehingga akhirnya masyarakat setempat mau menanam kopi di atas bekas lahan ganja," kata dia.
Program RPAP, kata dia, dilaksanakan di 11 kawasan rawan tanaman terlarang dan melatih 330 orang untuk bersinergi dalam pemberantasan narkotika. "Implementasi Grand Design Alternative Development atau GDAD di 11 kawasan rawan tanaman terlarang dengan melatih 330 orang," ungkapnya.
Selain itu program tersebut memberikan pemasukan bagi masyarakat sekitar secara ekonomi. "Kemudian, (program itu) justru bisa menambah pendapatan daerah dari penjualan kopi tersebut," ujarnya.
BNN membongkar 773 kasus peredaran narkoba di Indonesia selama 2025 dan turut menangkap sebanyak 1.214 orang. "Capaian di bidang pemberantasan, yaitu yang pertama kami telah mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika," kata dia.
BNN, lanjut dia, mengungkap 63 jaringan terorganisir dengan rincian 56 jaringan sindikat nasional dan tujuh jaringan sindikat internasional. "Di dalamnya membongkar 63 jaringan peredaran terorganisir yang terdiri atas 56 jaringan sindikat narkotika nasional dan tujuh jaringan narkotika internasional," ucapnya.
sumber : Antara

1 month ago
17
















































