Suasana ruang pengambilan bagasi di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah menyatakan terus melakukan koordinasi dengan pihak travel serta otoritas di Arab Saudi agar jamaah umrah yang tertahan akibat eskalasi dapat segera dipulangkan tanpa harus terbebani biaya tambahan.
“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jamaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah M. Ilham Effendy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ilham mengatakan, KUH Jeddah memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan pihak maskapai, penyelenggara perjalanan, serta otoritas terkait guna membantu kelancaran proses kepulangan jamaah.
Sejumlah peserta umrah mengalami penjadwalan ulang penerbangan, utamanya mereka yang memiliki paket transit ke sejumlah negara di kawasan. Ada pula mereka yang mengalami pembatalan penerbangan.
“KUH terus melakukan pemantauan secara menyeluruh di area layanan bandara. Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jamaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya seiring dengan situasi keamanan di Asia Barat yang semakin dinamis dan tidak menentu.
sumber : Antara

3 hours ago
2







































