Masuk Waktu Iktikaf, Israel Masih Tutup Masjid Al-Aqsa, Ekstremis Yahudi Ingin Pecah Masjid

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSSALEM — Pasukan Penjajah Israel masih menutup kompleks Masjid Al-Aqsa selama sebelas hari berturut-turut. Zionis melarang masuk jamaah Muslim Palestina untuk beribadah di situs suci tersebut.

Zionis berdalih bahwa penutupan itu dilakukan karena alasan keamanan terkait konfliknya dengan Iran. Penutupan Masjid Al-Aqsa yang terus berlanjut selama sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi preseden berbahaya. Hal ini menandai pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem pada 1967 ibadah sholat Tarawih dan Iktikaf dilarang di dalam Masjid Al-Aqsa.

Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan eskalasi hasutan berbahaya yang dipimpin organisasi ekstremis Bukit Bait Suci terhadap Masjid Al-Aqsa, di tengah penutupan yang sedang berlangsung.

Pihak pemprov menekankan, apa yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai tindakan keamanan sementara, seperti yang diklaim otoritas penjajah, tetapi lebih merupakan agenda politik dan ideologis yang bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan, sejarah, dan hukum yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sebelumnya, Kegubernuran Yerusalem mengeluarkan peringatan keras terkait gelombang hasutan berbahaya yang dilancarkan oleh organisasi-organisasi ekstremis "Kuil" Yahudi. Provokasi ini meningkat tajam di tengah kebijakan otoritas pendudukan Israel yang terus menutup Masjid Al-Aqsa selama sepuluh hari berturut-turut.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (9/3/2026), Kegubernuran Yerusalem menegaskan bahwa situasi saat ini merupakan bagian dari skema politik dan ideologis yang sistematis. Tujuan zionos yakni  mengubah realitas religius, sejarah, dan hukum di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|