CSR dalam Perspektif Islam

2 hours ago 2

Oleh : Heka Hertanto (Praktisi CSR)

REPUBLIKA.CO.ID, Corporate Social Responsibility (CSR) selama ini sering dipahami sebagai komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan di luar aktivitas bisnis utamanya. Dalam perspektif Islam, konsep ini sebenarnya bukan hal baru. Islam telah lama menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari aktivitas ekonomi dan bisnis.

Dalam ajaran Islam, tanggung jawab tidak hanya bersifat horizontal kepada sesama manusia dan lingkungan, tetapi juga bersifat vertikal kepada Allah SWT. Konsep ini dikenal dengan hubungan hablum minallah dan hablum minannas.

Aktivitas ekonomi dan bisnis tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan (profit), tetapi juga harus memperhatikan kemaslahatan masyarakat serta kelestarian alam sebagai bentuk amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

Allah SWT berfirman: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, dan orang-orang yang meminta-minta…” (QS. Al-Baqarah: 177)

Ayat tersebut menunjukkan dalam Islam, keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual semata, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, dimensi spiritual dalam Islam selalu terhubung dengan dimensi sosial.

Dalam praktik bisnis, Islam juga menekankan pentingnya etika dan kejujuran. Operasional perusahaan harus terbebas dari praktik penipuan, kecurangan, maupun eksploitasi yang merugikan masyarakat. Prinsip ini ditegaskan dalam Alquran:

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka.” (QS. Al-A’raf: 85)

Ayat ini menegaskan bahwa keadilan dan kejujuran merupakan prinsip utama dalam kegiatan ekonomi. Etika bisnis dalam Islam menuntut perusahaan untuk menjaga integritas, transparansi, serta memberikan manfaat yang adil bagi semua pihak yang terlibat.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|