REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas gempa bumi tektonik meningkat di Selat Lombok dalam tiga hari terakhir. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mencatat puluhan gempa dangkal dengan magnitudo kecil hingga menengah.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mendeteksi 62 gempa bumi tektonik pada periode 5–7 Januari 2026 dengan magnitudo berkisar 1,4 hingga 2,8. Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, rangkaian gempa tersebut menandai peningkatan aktivitas seismik di kawasan Selat Lombok.
“Wilayah Selat Lombok mengalami peningkatan aktivitas gempa bumi tektonik,” kata Cahyo di Denpasar, Rabu (7/1/2026).
Cahyo menjelaskan, gempa terakhir tercatat hingga pukul 12.30 WITA dan tergolong gempa dangkal dengan kedalaman antara 10 hingga 47 kilometer. Berdasarkan analisis episenter dan hiposenter, rangkaian gempa dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
“Mengingat dinamika bumi yang kompleks, gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara pasti,” ucap Cahyo.
Karena itu, BBMKG menilai peningkatan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi dan simulasi kebencanaan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kerugian dan korban jiwa. Cahyo mengingatkan masyarakat agar menerapkan mitigasi mandiri saat merasakan gempa kuat dan berdurasi lama.
Langkah tersebut meliputi melindungi kepala, menjauhi kaca dan bangunan rapuh, menghindari wilayah pantai, serta menuju area terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan.
BMKG mencatat di Bali terdapat 26 sesar potensial dan sesar aktif. Sesar tersebut antara lain Jimbaran, Pantai Timur Bali, Klungkung, Seraya Selatan, Tampaksiring, Barat Laut Gunung Agung, Plaga, Blantih, Klandis, Jagarasa, Banyuatis, Batukau, Pajahan, dan Denpasar.
Selain itu terdapat sesar Negara Timur, Negara Barat, Gilimanuk, Seririt, Gunung Renon, Pupuan, Culik Abang, Mambal, Munduk Rajasa, Anakah, Pancoran, dan Tejakula.
BBMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG. Informasi dapat diakses melalui media sosial @infoBMKG, laman bmkg.go.id, laman peringatan dini inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG.
sumber : Antara

1 month ago
19
















































