Ekonom UGM Ingatkan Dampak Panjang Perang Timur Tengah, Pemerintah Perlu ‘Kencangkan Ikat Pinggang’

1 hour ago 2

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Rimawan Pradiptyo menyampaikan soal dampak perang di Timur Tengah, saat ditemui di Balairung UGM, Senin (2/3/2026) petang.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perang yang berkecamuk di Timur Tengah pascaserangan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap perekonomian global. Kondisi ini harus diantisipasi Pemerintah Indonesia, salah satunya dengan melakukan langkah pengetatan keuangan.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Rimawan Pradiptyo, melihat riwayat konflik yang pernah dilalui Iran. Menurut dia, Iran memiliki kemampuan untuk berperang selama bertahun-tahun dan ini bukan pertama kalinya negara tersebut 'dikeroyok' dalam sebuah perang. Karena itu, Rimawan menilai, perang yang berkecamuk kali ini dapat berlangsung lama dengan dampak yang luas.

Apalagi, Iran juga telah melancarkan retaliasi seiring dengan gugurnya Ali Khamenei yang membuat eskalasi konflik semakin memanas. Retaliasi itu juga disebut telah merambah sejumlah negara Teluk dengan menyasar instalasi-instalasi Amerika Serikat.

"Saya melihat sepertinya ini akan lama. Dampaknya akan lama, dampaknya juga akan luas. Ini yang jadi masalah," ujar Rimawan saat ditemui di Balairung UGM, Senin (2/3/2026), petang.

Dari sisi ekonomi, Rimawan menilai konflik tersebut berpotensi mengganggu suplai minyak dunia. Selain itu, berbagai sektor bisnis juga bisa terdampak, termasuk jasa pemberangkatan umrah. Ia menegaskan pemerintah perlu berhati-hati dalam membaca berbagai kemungkinan dampak yang muncul akibat perang tersebut.

"Kita belum tahu sampai sedalam apa kemudian dampaknya ini. Tapi bagi pemerintah ini perlu hati-hati untuk melihat berbagai kemungkinan dampak dari perang itu sendiri," ungkap dia.

"Saat ini kan sebenarnya ekonomi itu masih dalam kontraksi juga. Bahwa itu perekonomian jadi sulit secara global lebih sulit dari yang kemarin, iya. Pasti ya. Apakah sampai ke resesi saya belum tahu," ucapnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|