Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) memandu jamaah haji saat akan melakukan lempar jumrah pada gladi posko layanan operasional Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Haji 1447H/ 2026 M di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Gladi posko yang diikuti 352 petugas PPIH Kloter (Bekasi) JKS dan Kertajati (KJT) tersebut untuk memantapkan kesiapan saat puncak pelaksanaan haji 2026 di Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Bidang Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Abdullah Mufid Mubarok menyatakan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masih menunggu arahan resmi pemerintah terkait skema penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian dana (refund) bagi calon jamaah yang terdampak gangguan penerbangan imbas konflik di Timur Tengah (Timteng), khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Pimpinan asosiasi masih rapat di Kemenhaj (Kementerian Haji dan Umrah). PPIU menantikan arahan pemerintah,” ujar Mufid saat dikonfirmasi Republika, Selasa (3/3/2026).
Ia belum dapat memastikan apakah calon jamaah akan diarahkan untuk melakukan penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan atau diberikan opsi refund penuh bagi yang membatalkan perjalanan. Keputusan tersebut, kata dia, masih menunggu hasil koordinasi bersama Kementerian Haji dan Umrah RI pada Selasa (3/3/2025). “Yang hadir rapat Ketum dan Sekjen,”kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Travel Haji dan Umrah Andromeda Atria Wisata, Zainal Abidin memastikan jamaah Atria yang berangkat pada awal Ramadhan telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.“Jamaah Atria awal Ramadhan sudah kembali tentunya. Semoga perang ini segera berhenti, apalagi sebentar lagi musim haji tiba,” ujar Zainal.
Terkait kondisi jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi, Zainal mengaku belum memperoleh informasi detail. Saat ini, Zainal berada di Malaysia sehingga belum mendapatkan laporan lengkap mengenai dampak langsung konflik terhadap situasi di Saudi.
“Saya lagi di Malaysia, jadi info tentang situasi di Saudi berkenaan dengan dampak dari perang di Iran tidak dapat info yang cukup. Kemarin Kemenhaj di Jakarta juga ada rapat tentang hal itu,” katanya.
Memasuki musim haji dalam waktu dekat, pelaku industri perjalanan berharap situasi geopolitik segera mereda agar operasional penerbangan dan penyelenggaraan ibadah ke Tanah Suci kembali normal. Pemerintah pun diharapkan segera memberikan kepastian kebijakan demi menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah Indonesia.
sumber : Antara

1 hour ago
2

















































