REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Farabi El Fouz, mengapresiasi gagasan sistem prasekolah yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut Farabi, konsep tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerataan pendidikan sekaligus menata ulang sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) agar lebih terukur dan terencana.
Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu penjelasan teknis dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait mekanisme penerapan sistem tersebut.
“Apakah sistem ini akan dikombinasikan dengan skema zonasi, jalur prestasi, perpindahan tugas orang tua, atau afirmasi? Kami masih menunggu detailnya dari Disdik,” ujar Farabi, Selasa (3/3/2026)
Ia menilai, persoalan klasik dalam PPDB kerap berulang setiap tahun ajaran baru, terutama terkait keterbatasan daya tampung dan polemik zonasi. Dengan sistem prasekolah, pemerintah daerah dinilai dapat melakukan pemetaan lebih dini terhadap jumlah lulusan SMP dan MTs yang akan melanjutkan ke jenjang SMA/SMK.
“Sistem ini baik karena sejak awal sudah bisa memetakan sekolah mana yang daya tampungnya kurang dan mana yang masih bisa dioptimalkan, termasuk mengoptimalkan SMA yang ada di Jawa Barat,” kata Farabi.
Ia menambahkan, melalui pendataan sejak Maret, pemerintah bisa mengetahui secara pasti kebutuhan kursi atau bangku yang harus disiapkan. Dengan data tersebut, perencanaan anggaran maupun kebijakan penambahan rombongan belajar dapat dilakukan lebih rasional dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Namun demikian, Farabi menekankan agar para pemangku kebijakan menguji secara matang efektivitas sistem ini. Ia mengingatkan pentingnya memastikan apakah skema prasekolah benar-benar mampu berjalan lebih baik dibandingkan sistem sebelumnya.
Salah satu kelebihan yang disorot adalah kepastian bagi siswa. Saat kelulusan tiba, para siswa tidak lagi dihadapkan pada kebingungan mencari sekolah, karena sejak awal sudah terdata dan terdistribusi sesuai daya tampung yang tersedia.
Menurutnya, apabila dijalankan dengan penyempurnaan melalui masukan para ahli serta didukung sistem digital yang transparan, gagasan tersebut berpotensi meminimalkan kericuhan tahunan dalam proses PPDB.
Lebih dari itu, kebijakan ini dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan tata kelola pendidikan yang tertib, terencana, dan berkeadilan bagi seluruh siswa di Jawa Barat.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menggagas konsep prasekolah sebagai langkah pembenahan sistem PPDB di Jawa Barat.
Ia menekankan pentingnya pendataan dini siswa SMP dan MTs jauh sebelum kelulusan. “Jangan menunggu sampai lulus baru sibuk mencari sekolah. Sejak awal harus sudah dipetakan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

1 hour ago
1
















































