Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump telah menolak kemungkinan menyerang Iran dengan senjata nuklir. Meski, ia mengisyaratkan bahwa Iran mungkin telah mengisi ulang persenjataannya selama gencatan senjata dua minggu.
"Tidak," jawab Trump kepada seorang reporter di Gedung Putih pada hari Kamis. "Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir ketika kita telah menghancurkan Iran sepenuhnya tanpa itu?"
"Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun," tambahnya.
Trump juga mengatakan Iran mungkin telah mengisi ulang persenjataannya selama gencatan senjata dua minggu.Namun ia menambahkan AS dapat menghancurkannya dengan cepat.
"Angkatan laut mereka telah hancur. Angkatan udara mereka telah hancur, pertahanan antipesawat mereka telah hancur... mungkin mereka sedikit menambah persenjataan selama jeda dua minggu, tetapi kita akan menghancurkannya dalam waktu sekitar satu hari, jika mereka melakukannya," tambah Trump.
"Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga... tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan itu abadi," kata Trump.

2 hours ago
1
















































