Jet tempur F-16 Block 70 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat (AS).
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangan baru terhadap Iran dengan menargetkan sebuah situs militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan yang strategis.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya juga menembak jatuh empat drone bunuh diri (one-way attack drones) milik Iran "yang menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz".
CENTCOM menambahkan bahwa mereka juga menargetkan sebuah stasiun kendali darat milik Iran di Bandar Abbas yang bersiap meluncurkan drone kelima. Sementara itu, media lokal Iran melaporkan bahwa suara ledakan terdengar di sebelah timur kota tersebut.
Serangan ini pecah di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, serta jalannya negosiasi yang berlarut-larut untuk mengakhiri perang tiga bulan yang telah melumpuhkan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan melonjakkan harga energi global.
Pihak CENTCOM menggambarkan tindakan militernya tersebut sebagai langkah yang "terukur, murni bersifat defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata", seperti dilansir dari CNN.
Dalam rapat kabinet pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran saat ini "bernegosiasi dalam kondisi kehabisan napas (terdesak)". Ia menegaskan bahwa strategi perang yang diterapkannya tidak akan terpengaruh oleh pemilu paruh waktu AS (midterm elections) yang akan digelar pada November mendatang.
"Mungkin kita harus kembali ke sana dan menyelesaikannya, mungkin juga tidak," ujar Trump.

2 weeks ago
24
















































