Penonton sepak bola (ilustrasi). Piala Dunia 2026 dikhawatirkan menyebarkan banyak penyakit infeksi karena banyak suporter sepak bola yang datang ke AMerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jutaan penggemar sepak bola dari berbagai penjuru dunia akan memadati stadion, bar, pusat kota, dan kawasan wisata selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun di balik kemeriahan pesta sepak bola terbesar dunia itu, para pejabat kesehatan justru bersiaga menghadapi ancaman yang tidak terlihat, yakni penyebaran penyakit menular.
Gelombang panas menjadi risiko kesehatan yang paling mudah dikenali selama turnamen berlangsung. Akan tetapi, perhatian utama otoritas kesehatan tertuju pada potensi penyebaran penyakit infeksi di tengah mobilitas jutaan orang yang berkumpul dalam waktu hampir enam pekan.
“Ini benar-benar seperti maraton,” kata Komisaris Kesehatan Philadelphia, Palak Raval-Nelson, seperti dikutip Republika.co.id dari AsiaOne, Kamis (11/6/2026).
Piala Dunia 2026 akan berlangsung di 16 kota tuan rumah yang tersebar di Amerika Utara. Selain stadion yang dipenuhi penonton, keramaian juga diperkirakan terjadi di zona suporter, restoran, bar, hingga destinasi wisata yang menjadi titik berkumpul para penggemar sepak bola.
Kondisi tersebut mendorong lembaga kesehatan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap berbagai ancaman penyakit. Campak menjadi salah satu perhatian terbesar karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
Para pejabat kesehatan juga memantau kemungkinan penyebaran norovirus penyebab gangguan pencernaan, hepatitis A, hingga penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah dengue dan chikungunya.
Untuk mendeteksi ancaman sejak dini, otoritas kesehatan menggunakan berbagai metode pemantauan. Pengawasan dilakukan melalui data kunjungan rumah sakit, pemantauan air limbah, hingga analisis percakapan di media sosial guna mencari indikasi awal munculnya wabah.
Pakar kesehatan global Georgetown University, Rebecca Katz, mengatakan sistem kesehatan masyarakat menghadapi tantangan besar selama turnamen berlangsung. “Tenaga kesehatan masyarakat kami saat ini benar-benar bekerja sangat keras,” ujar Katz.

3 hours ago
3
















































