
Ilustrasi salat - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki Bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh untuk mengawali tahun baru Islam dengan keberkahan. Sejumlah ulama menjelaskan terdapat 12 amalan Bulan Muharram yang dapat dikerjakan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT, mulai dari puasa, sedekah, hingga mempererat silaturahmi.
Keutamaan amalan Bulan Muharram telah dijelaskan dalam berbagai kitab klasik. Salah satunya dirangkum oleh Syekh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur, yang menyebut sejumlah ibadah sunah yang dianjurkan untuk diperbanyak sepanjang bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut.
Untuk memudahkan umat Islam mengingat berbagai amalan tersebut, para ulama terdahulu bahkan menyusunnya dalam bentuk syair atau nadham. Berikut bait yang memuat anjuran amalan di Bulan Muharram:
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
"Ada sepuluh amalan di dalam bulan Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturahmi, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan bercelak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, serta membaca Surat Al-Ikhlas 1.000 kali."
Daftar 12 Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan
Berdasarkan penjelasan dalam kitab tersebut, terdapat 12 amalan utama yang dapat dilakukan umat Muslim selama Bulan Muharram, yaitu:
- Melaksanakan shalat sunah
- Berpuasa, terutama Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura
- Menyambung tali silaturahmi
- Bersedekah kepada yang membutuhkan
- Mandi untuk membersihkan diri
- Menggunakan celak mata
- Berziarah kepada ulama atau orang alim, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat
- Menjenguk orang yang sedang sakit
- Menambah nafkah dan membahagiakan keluarga
- Memotong kuku
- Mengusap kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali
- Puasa Muharram Menjadi Amalan Paling Utama
Di antara berbagai amalan Bulan Muharram tersebut, para ulama menempatkan puasa Muharram sebagai ibadah sunah yang memiliki keutamaan paling tinggi setelah puasa Ramadan. Keistimewaan ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.
جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم
Artinya: "Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, lalu bertanya, 'Setelah Ramadan, puasa di bulan apa yang paling utama?' Nabi menjawab, 'Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut Muharram.'" (HR Ibnu Majah).
Keutamaan tersebut juga ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim berikut:
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
Artinya: "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di Bulan Allah, yakni Muharram."
Penjelasan Ulama tentang Keutamaan Puasa Muharram
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan hadis tersebut menjadi dalil kuat mengenai keutamaan puasa Muharram. Namun, sebagian kalangan kemudian mempertanyakan mengapa Rasulullah SAW tercatat lebih sering berpuasa pada bulan Sya'ban dibanding Muharram.
Menjawab persoalan tersebut, Imam An-Nawawi memberikan dua penjelasan penting.
Pertama, kemungkinan Rasulullah SAW baru mengetahui keutamaan besar puasa Muharram pada masa akhir kehidupan beliau sehingga belum sempat memperbanyak amalan tersebut.
Kedua, Rasulullah SAW sebenarnya telah mengetahui keutamaannya, tetapi tidak selalu dapat melaksanakannya karena adanya uzur syar'i seperti sakit atau sedang melakukan perjalanan jauh.
Sementara itu, ulama besar Al-Qurthubi yang dikutip Imam As-Suyuthi dalam kitab Ad-Dibaj 'ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan puasa Muharram erat kaitannya dengan posisinya sebagai pembuka tahun Hijriah.
إنما كان صوم المحرم أفضل الصيام من أجل أنه أول السنة المستأنفة فكان استفتاحها بالصوم الذي هو أفضل الأعمال
Artinya: "Puasa Muharram menjadi puasa yang paling utama karena berada di awal tahun. Sangat baik apabila tahun baru dibuka dengan puasa karena puasa termasuk amalan terbaik."
Mengawali Tahun Baru Islam dengan Ibadah
Pandangan para ulama tersebut menunjukkan bahwa Bulan Muharram bukan sekadar penanda pergantian kalender Islam. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memulai lembaran baru dengan memperbanyak ibadah dan amal kebajikan.
Melalui puasa Muharram dan berbagai amalan lainnya, umat Islam diharapkan mampu menjaga konsistensi ibadah sepanjang tahun. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura yang dikenal memiliki banyak keutamaan dalam tradisi Islam.
Keutamaan puasa pada bulan-bulan mulia juga dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu'in. Ia menyebut Muharram sebagai bulan paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan di antara kelompok asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.
"Bulan utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah asyhurul hurum (bulan-bulan mulia). Sementara di antara asyhurul hurum itu bulan Muharram adalah yang paling utama, kemudian Rajab, Dzulhijah, Dzulqa'dah, Sya'ban, dan puasa Arafah."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































