Warga RI Rajin Menabung Saat Ramadan, Kurangi Jajan dan Ngutang

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia selama periode Februari 2026 menunjukkan, masyarakat Indonesia makin minim mengalihkan penghasilannya untuk kegiatan konsumsi.

Selama bulan yang bertepatan dengan mulainya puasa Ramadan 2026 itu, responden cenderung makin memperbanyak porsi menabung dari penghasilannya.

Kondisi itu terlihat dari rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) yang tercatat turun menjadi sebesar 71,6% dari bulan sebelumnya 72,3%.

"Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 71,6%, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya," dikutip dari Survei Konsumen BI edisi Februari 2026, Senin (9/3/2026).

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) juga hanya sebesar 10,6%, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 11,2%.

Adapun untuk proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) justru naik menjadi sebesar 17,7%, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya 16,5%.

BI juga mencatat, proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada seluruh kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta yang turun porsi pendapatannya untuk konsumsi dari 74,5% menjadi 72.9%.

Lalu, kelompok pengeluaran Rp 2,1-3 juta proporsi penghasilan untuk konsumsinya turun dari 72,7% menjadi 72,6%, kelompok Rp 3,1 juta sampai Rp 4 juta turun dari 72% menjadi 70,9%, kelompok Rp 4,1 juta sampai Rp 5 juta turun dari 72% menjadi 71,3%, dan di atas Rp 5 juta turun dari 70,1% menjadi 68,8%.

Adapun untuk rasio tabungan per kelompok pengeluaran seluruhnya meningkat. Mulai dari kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta per bulan yang rasio tabungannya terhadap pendapatan naik dari 17,4% pada Januari 2026 menjadi 18,6% per Februari 2026.

Kelompok pengeluaran Rp 2,1-3 juta per bulan naik dari 15,5% menjadi 16,8%, kelompok pengeluaran Rp 3,1-4 juta naik dari 15,3% menjadi 17,5%, kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta naik dari 14,8% menjadi 16,1%, dan kelompok pengeluaran terbesar, yakni Rp 5 juta per bulan juga naik dari 17,5% menjadi 18,5% porsi pendapatannya untuk menabung.

"Porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Rp 3,1-4 juta," dikutip dari hasil Survei Konsumen BI.

Kondisi ini selaras dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 yang turut merosot. IKK Februari hanya sebesar 125,2 lebih rendah dari level pada Januari 2026 yang sebesar 127.

Sebagai informasi, Survei Konsumen BI merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden (stratified random sampling) di 18 kota: Jakarta, Bandung, Bodebek, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon dan Banten.

Indeks per kota dihitung dengan metode balance score (net balance + 100) yang menunjukkan bahwa jika indeks di atas 100 berarti optimis dan di bawah 100 berarti pesimis.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|