Geliat Program BERBISIK Dukung Gerakan Inklusif di Indramayu

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan (dahulu PT Kilang Pertamina Internasional Unit VI Balongan) menyediakan program BERBISIK atau Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi, dan Karya. Program yang diinisiasi sejak 2021 tersebut merupakan sebuah gerakan inklusif, di mana perusahaan berupaya menciptakan pemberdayaan yang berjenjang melalui pendekatan terstruktur untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat.

Lokasi dan sasaran pelaksanaan Program BERBISIK berada di bagian dari ring I dan ring II sekitar wilayah operasional perusahaan. Wilayah tersebut berlokasi di dua kabupaten yaitu Desa Balongan, Desa Cikedung, Kelurahan Lemahmekar, Kelurahan Karangmalang yang berada di Kabupaten Indramayu serta Desa Cibereum di Kabupaten Kuningan.

Program BERBISIK dilatarbelakangi oleh kondisi kemiskinan serta permasalahan difabel dan sampah yang ada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Wilayah tersebut menghadapi masalah kemiskinan struktural, di mana sebagian masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu setiap harinya.

Kondisi ekonomi yang rentan kemudian berdampak pada kelompok difabel yang cenderung mengalami kemiskinan berlapis, bahkan seringkali mengalami diskriminasi hingga keterbatasan akan akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesempatan kerja yang layak.

Pada akhirnya, rendahnya tingkat pendidikan, minimnya sarana pendidikan inklusif, serta belum optimalnya implementasi ketenagakerjaan inklusif menyebabkan difabel terjebak dalam ketergantungan ekonomi keluarga dan bantuan sosial.

Selanjutnya, masyarakat setempat masih dihadapkan dengan permasalahan terkait sampah. Di Indramayu sendiri sampah merupakan isu lingkungan yang memiliki implikasi sosial, ekonomi, hingga kesehatan yang signifikan. Pasalnya, tingginya timbulan sampah rumah tangga dan aktivitas pasar tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang efektif.

Masalah lainnya adalah keterbatasan fasilitas pengolahan sampah, rendahnya tingkat pemilahan sampah, serta perilaku membuang sampah sembarangan. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan yang berdampak juga pada kondisi kesehatan masyarakat setempat.

Untuk itulah, program BERBISIK menghadirkan model inovasi sosial berbasis inklusi dengan membuka akses partisipasi aktif bagi kelompok difabel dan masyarakat marginal. Dalam hal ini, kelompok sasaran bukan hanya menjadi penerima manfaat pasif, melainkan juga diposisikan sebagai aktor utama dalam proses produksi nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan berbasis pada komoditas lokal.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui ragam kegiatan Kelompok Teman Istimewa pada Sub-Program Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa (PERINTIS) yang berfokus pada aspek sosial ekonomi dan juga Kelompok Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah (WIRALODRA) yang berfokus pada aspek lingkungan. Dengan demikian, secara keseluruhan program ini mampu berdampak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat setempat, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Berkat kehadiran program BERBISIK, terdapat peningkatan kapasitas terhadap 9 orang difabel tuli menjadi barista, peningkatan kapasitas terhadap 11 orang Rumah Tangga Miskin (RTM) dan 1 orang lansia dalam bidang pengelolaan sampah dan integrated farming, peningkatan kapasitas terhadap 32 orang Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) melalui pertanian kopi lokal ramah lingkungan.

Tak hanya itu, program ini juga mendorong peningkatan kapasitas terhadap 55 Warga Binaan Pemasyarakatan LAPAS IIB Indramayu melalui kegiatan integrated farming, dan peningkatan kapasitas siswa/i SLB di Kabupaten Indramayu dalam workshop inklusif sebanyak 393 siswa.

Lebih dari itu, program BERBISIK juga berhasil mengentaskan kemiskinan bagi 52 Kepala Keluarga (KK) miskin serta meningkatkan kapasitas difabel dan nondifabel dalam pengelolaan sampah sebanyak 155 orang.

Dari sisi sosial, program yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan sukses membentuk 6 Kelompok (Kelompok Teman Istimewa, Kelompok Wiralodra, Kelompok Bimasakti LAPAS, Kelompok Srikandi LAPAS, KWT Srikandi, dan KALDERA), lahirnya SK Kampung ramah Disabilitas dan Pelayanan Inklusif di Kelurahan Lemahmaker, lahirnya SK Pusat Edukasi Sampah di Desa Balongan, Kopi Teman Istimewa menjadi ruang inklusi pertama di Indramayu, dan masih banyak inisiatif lainnya.

Sementara itu, dari sisi ekonomi, program BERBISIK membuat 9 barista difabel tuli memiliki pendapatan baru sebesar Rp 2.040.554 setiap bulannya. Selain itu, sebanyak 11 orang RTM dan 1 orang lansia mendapatkan pendapatan baru sebesar Rp2.038.307 per bulan melalui kegiatan pengolahan sampah dan integrated farming.

Bukan cukup, sebanyak 32 orang PRSE mendapatkan pendapatan baru sebesar Rp 2.547.215 per bulan melalui kegiatan pertanian kopi lokal ramah lingkungan. Berikutnya, sebanyak 55 orang Warga Binaan Pemasyarakatan mendapatkan pendapatan baru sebesar Rp1.351.334 per bulan melalui kegiatan integrated farming di LAPAS.

Program BERBISIK juga mendorong lahirnya 4 deafsociopreneur UMKM mandiri bagi difabel tuli hasil dari inspirasi dan kegiatan peningkatan kapasitas di Teman Istimewa.

Capaian lainnya adalah pengelolaan sampah dan minyak jelantah yang dikonversi menjadi sumber pendapatan alternatif masyarakat sebagai hasil inovasi PERISALTIK (Produk Olahan Solidifikasi Sampah Plastik) senilai Rp274.149.746 per tahun. Program ini juga mampu menghasilkan omzet penjualan Kopi Teman Istimewa dan Workshop Kreatif yang mencapai Rp 222.858.662 per tahun.

Tak ketinggalan, Program BERBISIK juga menghasilkan nilai lingkungan yang cukup signifikan seperti pengurangan emisi karbon melalui pengelolaan sampah plastik dan sampah organik yang mampu menekan emisi hingga 223.228,8 kg CO2 eq per tahun, pengelolaan sampah organik 1,8 ton per tahun, pengelolaan minyak jelantah sebesar 240 liter per tahun, pengelolaan sampah plastik dan limbah kopi 3.804 ton per tahun, dan penanaman 1.500 pohon di wilayah pesisir sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Lebih jauh, Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan memiliki tiga program unggulan dalam melakukan efisiensi hingga menurunkan emisi sehingga berdampak positif terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Di antaranya adalah Program Optimasi Boiler dengan menggunakan Excess dari gas pipa open akses Pertagas sebagai pengganti fuel oil yang dapat mengefisiensi energi sebesar 254.093 GJ.

Selanjutnya, ada Program Optimasi Pola Operasi Polisher dengan pengganti jenis resin untuk mengurangi siklus regenerasi yang dapat mengefisiensi air sebesar 499.560 m3. Selain itu ada juga Program Reducing Flare KLBB dengan pemanfaatan excess gas menjadi bahan bakar produksi yang dapat menurunkan emisi sebesar 81.732,2 Ton CO2eq.

Atas dasar itu, Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam Program Penilaian Peringkat Kerja Perusahaan (PROPER) 2025. PROPER Emas merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan dengan kinerja lingkungan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial yang unggul.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq kepada perwakilan perusahaan dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan, Yulianto Triwibowo menyatakan, meraih PROPER EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup membutuhkan dedikasi berpusat pada prinsip Beyond Compliance (Lebih dari Sekadar Kepatuhan), Keunggulan Operasional Lingkungan (Eco-Efficiency) dengan memastikan seluruh operasional kilang melampaui standar baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Hal ini meliputi inovasi dalam efisiensi energi, penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), efisiensi air, serta pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) maupun Non-B3 melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA).

"Lalu inovasi sosial yang menjawab masalah untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi dan perubahan perilaku yang signifikan bagi masyarakat serta kolaborasi Pentahelix yang melibatkan kolaborasi aktif dengan lima elemen penting: Pemerintah Daerah Indramayu, masyarakat lokal atau tokoh masyarakat, akademisi, media massa, serta mitra bisnis lainnya. Sinergi ini memastikan program berjalan inklusif dan didukung oleh semua pihak," ujar dia kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4/2026).

Setelah mendapatkan penghargaan PROPER EMAS, Yulianto berharap agar kelompok-kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan bisa mempertahankan kemandiriannya dan menjadi local hero (pahlawan lokal) yang mampu mereplikasi program inovasi sosial tersebut ke desa-desa lain di Indramayu dan sekitarnya.

"Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi internal bagi seluruh Perwira RU VI Balongan untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang ramah lingkungan, serta Kilang Balongan dapat menjadi tolak ukur dan inspirasi bagi unit operasi Pertamina lainnya maupun perusahaan-perusahaan lain di Indonesia dalam menjalankan praktik bisnis yang berwawasan lingkungan dan peka terhadap isu sosial," tandas dia.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|