
Warung bakso Sera Wonogiri di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tampak tutup pada Selasa (23/6/2026). /Solopos-Adhik Kurniawan.
Harianjogja.com, SEMARANG—Video penarikan mobil milik seorang pedagang bakso oleh debt collector (DC) di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menjadi perbincangan luas di media sosial. Peristiwa yang disebut terjadi saat pemilik kendaraan sedang berjualan itu menarik perhatian warga karena berlangsung di tengah aktivitas usaha yang ramai pembeli.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah orang yang diduga debt collector terlihat membawa kendaraan milik pedagang bakso. Kejadian tersebut disebut berlangsung di area permukiman dan sempat disaksikan warga sekitar.
Salah satu unggahan yang ramai dibagikan berasal dari akun Facebook MIK SEMAR. Dalam narasi yang menyertai video, disebutkan bahwa pemilik warung bakso menghentikan aktivitas jualannya setelah kendaraan tersebut dibawa.
Ketua RT 007 RW 007 Jatisari, Bambang, membenarkan adanya peristiwa penarikan kendaraan tersebut. Ia mengatakan lokasi warung bakso yang menjadi tempat kejadian berada tepat di depan rumahnya.
"Iya, kejadiannya Minggu kemarin, Jumat [19/6/2026] petang kalau enggak salah ingat," kata Bambang saat ditemui di rumahnya, Selasa (23/6/2026).
Penarikan Mobil Disaksikan Warga
Menurut Bambang, sekitar lima orang debt collector datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil. Saat itu, kondisi warung bakso sedang ramai oleh pelanggan.
Ia mengaku melihat adanya petugas keamanan perumahan dan anggota Bhabinkamtibmas yang berada di sekitar lokasi saat proses penarikan kendaraan berlangsung.
"Datang rombongan naik mobil DC-nya. Kondisinya rame, ada pengunjung. Ada Bhabin sama satpam. Cuma enggak izin lingkungan atau RT sini," ujarnya.
Bambang menuturkan proses pengambilan kendaraan berlangsung cukup lama. Menurut pengamatannya, aktivitas tersebut memakan waktu sekitar empat jam hingga akhirnya kendaraan dibawa dari lokasi.
Warung Bakso Belum Kembali Beroperasi
Setelah kejadian itu, warung yang dikenal warga dengan nama Bakso Sera Wonogiri disebut belum kembali beroperasi hingga saat ini.
"Bukan karena Selasa tutup. Tapi setelah kejadian itu emang belum buka kembali sampai hari ini," bebernya.
Meski usaha tersebut berada di wilayah lingkungannya, Bambang mengaku tidak mengetahui identitas lengkap maupun alamat pemilik warung bakso tersebut.
Ia hanya mengetahui bahwa usaha kuliner tersebut mulai beroperasi di kawasan Jatisari sekitar enam bulan terakhir.
"Namanya kurang tahu. [Alamat tinggal?] Tidak tahu. Dia jualan juga baru setengah tahun," katanya.
Warga Keluhkan Debt Collector Kerap Masuk Permukiman
Selain menyoroti kejadian yang viral di media sosial, Bambang juga mengaku warga merasa terganggu dengan aktivitas debt collector yang beberapa kali masuk ke lingkungan permukiman.
"Ya lumayan ganggu. Apalagi DC sering masuk sini, meresahkan jadinya," keluhnya.
Keluhan tersebut muncul karena warga menilai keberadaan debt collector yang beroperasi di kawasan permukiman dapat menimbulkan keresahan, terutama ketika proses penagihan atau penarikan kendaraan dilakukan di ruang publik.
Polda Jateng Tegaskan Penarikan Paksa Kendaraan Bisa Melanggar Hukum
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, sebelumnya menegaskan kepolisian berkomitmen menindak segala bentuk aksi premanisme, termasuk yang berkedok penagihan utang.
"Penarikan kendaraan secara paksa, secara ilegal, adalah tindakan melawan hukum serta termasuk dalam kategori aksi premanisme. Kami minta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa,” kata Artanto.
Hingga Selasa (23/6/2026), belum terdapat keterangan resmi mengenai dasar penarikan kendaraan tersebut maupun penjelasan dari pihak perusahaan pembiayaan yang terkait dengan peristiwa viral di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































