TUKU Rayakan 11 Tahun, Catat Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Industri Kopi

3 days ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Toko Kopi Tuku (TUKU) merayakan hari jadinya yang ke-11 melalui rangkaian acara Kumpul Tetangga TUKU dengan mengusung tema Sewelas Asih. Perayaan ini menjadi ajang untuk mempertemukan pelanggan, mitra, komunitas, dan pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan TUKU.

Tema Sewelas Asih diangkat sebagai ajakan untuk terus menjaga kepedulian dan hubungan antarsesama, yang menurut perusahaan menjadi fondasi pertumbuhannya sejak pertama kali berdiri di kawasan Cipete Raya, Jakarta Selatan, pada 2015.

Dalam kurun waktu 11 tahun, TUKU telah berkembang menjadi 80 gerai yang tersebar di 11 kota, termasuk Amsterdam, Belanda. Setiap harinya, lebih dari 85 ribu cangkir kopi disajikan kepada pelanggan dengan dukungan 1.096 karyawan yang terdiri atas barista, koki, helper, dan kru operasional.

Di tengah tantangan industri kopi sepanjang 2025, TUKU mengaku tetap mampu membukukan pertumbuhan bisnis. Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 44 persen secara tahunan (year-on-year), dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) tiga tahun mencapai 68 persen. Sementara itu, laba sebelum pajak (EBT) meningkat 9 persen dan laba bersih tumbuh 8 persen.

Menurut TUKU, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh ekosistem usaha, mulai dari petani hingga pelanggan. Perusahaan juga menilai pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari ekspansi gerai, tetapi juga kemampuan menjaga hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Meski demikian, perjalanan sepanjang tahun lalu tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah bencana yang melanda Aceh Tengah dan berdampak pada kebun kopi yang selama ini menjadi salah satu sumber pasokan TUKU. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa industri kopi sangat bergantung pada keberlanjutan sektor hulu.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, TUKU bekerja sama dengan Yayasan Tanah Air Semesta dan Bumiterra melakukan reforestasi melalui penanaman lebih dari 13 ribu pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) di Garut, Jawa Barat, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Di bidang pengelolaan limbah, TUKU menggandeng Waste4Change, DUITIN, dan Envmission untuk mengelola lebih dari 1.124 ton sampah operasional. Perusahaan juga berkolaborasi dengan UMKM di Gunung Sindur untuk mengolah limbah kemasan kopi dan krimer menjadi tas guna pakai yang diproduksi oleh 40 perempuan pengrajin. Program tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian perayaan ulang tahun juga menghadirkan "11 Tetangga di Balik Perjalanan 11 Tahun TUKU", yang merepresentasikan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis perusahaan, mulai dari petani, barista, pelaku UMKM, hingga mitra yang berkontribusi dalam perjalanan TUKU.

CEO dan Founder TUKU, Andanu Prasetyo, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan perusahaan selama lebih dari satu dekade. "Terima kasih kepada seluruh tetangga yang sudah berjalan bersama kami selama sebelas tahun. Semua yang kami lakukan adalah bentuk rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran kalian di perjalanan ini. Karena pada akhirnya, TUKU bukan hanya tentang kopi, tetapi tentang berbagi cerita, berbagi hari, dan berbagi hidup," ujar Andanu.

Ia berharap semangat Sewelas Asih dapat terus mendorong TUKU untuk menggerakkan ekonomi lokal dari hulu hingga hilir bersama seluruh mitra dan komunitas yang terlibat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|