REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BEKASI, – Perumda Tirta Bhagasasi menargetkan 1,2 juta warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dapat terlayani air bersih pada akhir 2027. Target ini merupakan bagian dari rencana bisnis 2023-2027 yang telah disusun perusahaan.
Reza Luthfi Hasan, Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, menyatakan bahwa pelayanan air bersih adalah tugas utama perusahaan sebagai pengelola dan penyedia layanan air bersih. Selain itu, perusahaan juga berfokus pada optimalisasi lini bisnis untuk meningkatkan pendapatan daerah.
"Selaku operator di lapangan, tugas ini memiliki peran strategis sekaligus sebagai wujud pemerintah hadir melayani masyarakat," katanya di Cikarang, Minggu.
Perusahaan memiliki pedoman strategis yang tertuang dalam rencana bisnis lima tahunan, khususnya dalam peningkatan cakupan pelayanan. Fokus ini mencakup penambahan jumlah sambungan langganan (SL), peningkatan volume air terjual, penurunan tingkat kehilangan air, serta penguatan tata kelola dan kualitas layanan.
Reza mengungkapkan bahwa upaya merealisasikan target ini dilakukan dengan menambah jumlah SL dari 284.000 menjadi 300.000 sambungan. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat melayani minimal 1,2 juta penduduk dari total 3,4 juta jiwa di Kabupaten Bekasi saat ini, yang diproyeksikan mencapai 3,5 juta jiwa pada 2027.
Perusahaan sebelumnya telah menembus angka tersebut sebelum kebijakan pemisahan aset dengan melepas delapan aset kantor ke Kota Bekasi. "Perlu action maksimal untuk menambah minimal 16.000 pelanggan baru hingga akhir tahun depan," ujarnya.
Prioritas penambahan sambungan baru diberikan kepada masyarakat di permukiman padat penduduk, kawasan permukiman baru, serta wilayah dengan jaringan distribusi eksisting.
Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin menambahkan bahwa pihaknya juga berupaya menurunkan tingkat kehilangan air. "Kami sudah membentuk tim khusus untuk menertibkan sambungan pipa air tidak terdaftar atau ilegal," katanya.
Tim ini sudah bergerak di wilayah pelayanan cabang Cibarusah dan akan melanjutkan kegiatan penertiban di wilayah lain. "Banyak faktor menyebabkan kebocoran, termasuk sambungan ilegal dan teknis perpipaan lama," tambah Daud.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
3
















































