Jakarta, CNBC Indonesia - Tanaman ganja ternyata sudah ada sejak puluhan juta tahun yang lalu. Fosil tanaman cannabis ditemukan dalam sebuah relik berusia ratusan tahun yang tersimpan di museum.
Sebelumnya temuan fosil berusia 56 hingga 48 juta tahun tersebut, tanaman ganja dipercaya baru muncul di dataran tinggi Tibet sekitar 20 juta tahun lalu. Riset terhadap DNA tanaman ganja juga menunjukkan bahwa usia tanaman Cannabis sativa dan Cannabis indica, "baru" 28 juta tahun.
Spesimen dari relik yang ditemukan di Jerman membuat perkiraan usia tanaman ganja berlipat ganda.
"Kemiripan morfologi dengan cannabis modern sangat luar biasa, Tidak hanya bentuk daunnya identik, tulang daunnya juga berpola sama," kata Ludwig Luthardt dari Natural History Museum kepada IFL Science.
Fosil asal spesimen DNA tanaman ganja tersebut ditemukan oleh Paul Friedrich pada 1883. Namun, analisis lengkap baru bisa dilakukan 150 tahun setelahnya.
Ilmuwan menyatakan asal usul fosil tersebut adalah "saudara" dari C. sativa dan C. indica yang sudah lama punah. Kedua tanaman ganja tersebut adalah spesies yang sengaja dibiakkan oleh manusia. Tanamas "asli"-nya saat ini sudah tidak ada. Peneliti memperkirakan budi daya dan pembiakan selektif tanaman ganja sudah dilakukan manusia sejak Zaman Batu.
Luthardt menyatakan analisis tak bisa memastikan apakah fosil yang ditemukan di Jerman adalah nenek moyang tanaman ganja modern.
"Karena famili Cannbaceae sudah ada sejak era Cretaceous (sekitar 90 juta tahun lalu), kami menduga pasti ada genus Cannabis yang lebih tua. Namun, lokasi fosil membuatnya susah diakses dan riset yang fokus ke flora pada era ini tidak banyak, katanya.
Kandungan psikotropika di tanaman ganja masa lalu juga tak bisa dipastikan. Pada tanaman modern, THC yang menimbulkan efek psikoaktif ada di struktur menyerupai rambut yang disebut trichome. Struktur tersebut tak bisa dilihat di dalam fosil.
Namun, fosil tersebut menunjukkan bahwa genus Cannabis lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya dan asalnya bukan dari dataran tinggi Tibet.
"Asal Cannabis sativa dan Cannabis indica tadinya diperkirakan berasal dari pegunungan Himalaya. Kemungkinan, spesimen ini dari spesies yang berbeda, tetapi asal genus ini mungkin dari tempat yang berbeda," kata Luthardt.
(dem/dem)
Addsource on Google

















































