Taktik Baru Perusahaan Lacak Gerak-gerik Karyawan, Bikin Ngeri

23 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi raksasa mulai menerapkan taktik baru untuk memantau aktivitas karyawan. Seperti Meta, yang dilaporkan memasang software pelacak pada komputer pegawai di Amerika Serikat untuk merekam pergerakan mouse, klik, hingga ketikan keyboard.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam membangun agen kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjalankan pekerjaan secara mandiri.

Data aktivitas karyawan tersebut akan digunakan sebagai bahan pelatihan model AI agar lebih memahami cara manusia berinteraksi dengan komputer.

Perangkat yang dinamakan Model Capability Initiative (MCI) akan berjalan di aplikasi kerja dan situs internal perusahaan. Sistem ini juga disebut dapat mengambil tangkapan layar secara berkala dari tampilan layar karyawan.

Dalam memo internal yang beredar, Meta menyebut data tersebut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan AI pada tugas yang masih sulit ditiru mesin, seperti memilih menu dropdown, menggunakan shortcut keyboard, hingga navigasi antaraplikasi.

"Di sinilah seluruh karyawan Meta dapat membantu model kami menjadi lebih baik hanya dengan melakukan pekerjaan harian mereka," tulis memo tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (22/4/2026).

Perusahaan juga menilai karyawan dapat membantu meningkatkan performa model AI hanya dengan menjalankan pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, aktivitas rutin pegawai akan menjadi sumber data pelatihan otomatis bagi sistem AI Meta.

Langkah ini sejalan dengan strategi Meta yang agresif mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja perusahaan. CTO Meta Andrew Bosworth menyebut visi perusahaan adalah menciptakan lingkungan kerja, di mana agen AI melakukan sebagian besar tugas. Sedangkan manusia berperan mengarahkan dan mengevaluasi hasilnya.

Meta menegaskan data yang dikumpulkan melalui MCI tidak akan digunakan untuk penilaian kinerja karyawan. Perusahaan juga mengklaim telah menyiapkan perlindungan terhadap konten sensitif, meski tidak merinci jenis data yang dikecualikan.

Dorongan otomatisasi ini terjadi di tengah tren besar perusahaan teknologi AS yang mulai merombak tenaga kerja berbasis AI. Meta bahkan berencana memangkas sekitar 10% karyawan global mulai Mei, dengan kemungkinan pemutusan hubungan kerja tambahan sepanjang tahun ini.

Di saat yang sama, perusahaan juga mendorong penggunaan agen AI untuk coding dan tugas teknis lainnya.

Meta bahkan mulai menyatukan sejumlah fungsi pekerjaan dalam jabatan baru bernama "AI builder" serta membentuk tim khusus untuk mengembangkan agen AI yang dapat membangun dan menguji produk secara otomatis.

Namun, praktik pemantauan aktivitas karyawan ini memicu kekhawatiran. Pengumpulan data seperti ketikan keyboard dan tangkapan layar dinilai meningkatkan pengawasan real-time terhadap pekerja kantoran, yang sebelumnya lebih umum diterapkan pada pekerja logistik dan gig worker.

Pakar hukum tenaga kerja menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan privasi, terutama di wilayah dengan regulasi seperti Eropa (GDPR). Selain itu, pengawasan intensif juga dinilai dapat menggeser keseimbangan kekuatan di tempat kerja menjadi lebih menguntungkan perusahaan.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|