epa08571193 A handout photo made available by the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) website; Sepah News shows, Iranian military fighter boats surround a mockup aircraft carrier during a war game in Strait of Hormuz, southern of Iran, 28 July 2020. Media reported that Iran held a war game at the Strait of Hormuz amid heightened tensions between Iran and the USA. EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sedikitnya tiga kapal dilaporkan diserang di sekitar Selat Hormuz, ketika Iran terus melancarkan serangan di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyebut dua kapal terkena serangan, sementara sebuah proyektil tak dikenal meledak sangat dekat dengan kapal ketiga.
Dilansir BBC, Senin (2/3/2026), Iran sebelumnya memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia.
Aktivitas pelayaran internasional di pintu masuk selat tersebut hampir terhenti. Kekhawatiran gangguan distribusi telah mendorong kenaikan harga minyak global.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim tiga kapal tanker milik Inggris dan AS terkena serangan rudal dan terbakar. Hingga kini, pemerintah Inggris dan AS belum memberikan komentar resmi.
UKMTO melaporkan adanya “beberapa insiden keamanan” di Teluk Arab dan Teluk Oman. Otoritas tersebut mengimbau kapal-kapal untuk berlayar dengan sangat hati-hati.
Platform pelacakan kapal Kpler mencatat sedikitnya 150 kapal tanker menjatuhkan jangkar di perairan Teluk, di luar Selat Hormuz. Namun, sejumlah kapal berbendera Iran dan China dilaporkan masih melintas.

2 hours ago
1
















































