
Jembatan Kabanaran, Pandansimo. - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Persoalan sampah mulai menjadi perhatian serius di kawasan Jembatan Kabanaran di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur. Meningkatnya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pengunjung belum diimbangi pengelolaan sampah yang memadai sehingga sampah plastik masih ditemukan mencemari lingkungan hingga masuk ke saluran irigasi.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lebih luas karena saluran irigasi yang dipenuhi sampah dapat mengganggu distribusi air untuk lahan pertanian di sekitar kawasan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta, mengaku masih menemukan banyak sampah plastik dibuang sembarangan, termasuk ke dalam selokan irigasi yang berada di sekitar Jembatan Kabanaran.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kawasan publik, tetapi juga dapat merugikan petani apabila aliran air tersumbat akibat penumpukan sampah.
Heru menilai kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan. Ia secara khusus mengingatkan para pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
"Harapan saya untuk pedagang, kalau dagangannya mau laku dan laris, ya usahakan lingkungannya dijaga yang bersih, sehat, dan layak agar tampak asri. Jangan sampai jembrung (kotor dan semak). Kita ingin suasananya menyenangkan dan higienis agar orang datang berkali-kali," kata Duana kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Bagi pelaku usaha kuliner maupun pengunjung, kebersihan kawasan menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Karena itu, DLH Kulonprogo kini memberikan perhatian khusus terhadap kawasan Jembatan Kabanaran. Selain melakukan pemantauan rutin, petugas persampahan juga disiagakan untuk melakukan pembersihan secara berkala di lokasi tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah yang semakin besar seiring meningkatnya jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulonprogo, Agung Kurniawan, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, kebersihan harus menjadi budaya yang dijalankan bersama oleh masyarakat.
"Kita berharap kerja bakti kebersihan bisa menjadi sebuah gerakan bersama menuju Kulonprogo ASRI. Kalau ini sudah menjadi budaya kita semua, maka kita akan menciptakan tempat area publik yang nyaman, aman, bersih, enak, dan tentunya sehat," ujar Agung.
Selain menjaga kebersihan kawasan publik, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus memperpanjang usia operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto di Kapanewon Nanggulan.
Agung mengingatkan bahwa persoalan sampah perlu ditangani sejak dini agar Kulonprogo tidak menghadapi persoalan keterbatasan lahan pembuangan di masa mendatang.
Menurutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengomposan di tanah kas desa, sedangkan sampah anorganik dapat diangkut menuju TPA menggunakan armada milik DLH.
Upaya tersebut juga menjadi semakin penting setelah TPA di Kulonprogo menerapkan kebijakan yang hanya menerima sampah anorganik. Kondisi itu membuat masyarakat dan pelaku usaha perlu lebih disiplin dalam memilah sampah sebelum dibuang.
Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan Jembatan Kabanaran, pemerintah berharap pertumbuhan usaha yang terjadi dapat berjalan seiring dengan kesadaran menjaga lingkungan sehingga kawasan tersebut tetap nyaman bagi pengunjung, pedagang, maupun masyarakat yang memanfaatkan saluran irigasi di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































