Jumali Minggu, 12 Juli 2026 20:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Jenama otomotif asal Korea Selatan, Kia, menarik hampir 500 ribu SUV di AS untuk model Telluride karena ditemukannya masalah motor di bagian kursi atau power seat switch yang berpotensi terbakar apabila terlalu panas.
Menurut laporan yang dirilis otoritas, sakelar kursi elektrik di mobil ini rentan terhadap benturan eksternal. Jika terjadi benturan dengan kekuatan yang cukup, sakelar dapat terlepas, bergeser, atau rusak sehingga motor kursi terus beroperasi.
Dengan masalah tersebut, Motor1 mengungkapkan, besar kemungkinan motor kursi itu akan menjadi terlalu panas dan meningkatkan risiko kebakaran. Penarikan kembali dilakukan oleh Kia dan secara spesifik berlaku untuk SUV Telluride keluaran 2020-2024.
Sebelumnya, Kia sudah melakukan penarikan produk serupa pada Juni 2024. Produsen mobil itu mencoba memperbaiki masalah tersebut dengan braket yang dirancang untuk memperkuat sakelar dan kenop geser yang lebih baik.
Namun dalam waktu singkat pada Oktober 2024, Kia mendapatkan laporan kembali bahwa sudah ada mobil yang mendapat perbaikan namun tetap mengalami kebakaran pada bagian kursinya. Selanjutnya pada April 2025, Kia mengetahui adanya kendaraan kedua yang diperbaiki dengan dugaan kebakaran pada jok, dan satu lagi sebulan kemudian. Kegagalan perbaikan ini menunjukkan bahwa masalah teknis pada sakelar kursi Telluride lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Akhirnya perusahaan asal Negeri Ginseng itu melakukan pemeriksaan sinar-X pada rakitan sakelar jok kendaraan kedua dan menemukan sakelar internal yang tidak sejajar dan pelat belakang yang terlepas. Selama beberapa bulan berikutnya, para insinyur Kia memeriksa Telluride yang telah diperbaiki tanpa masalah yang diketahui dan mengidentifikasi kekurangan dalam pengerjaan.
Pabrikan mobil tersebut menduga bahwa dealer mungkin telah memperkuat penutup sakelar kursi elektrik daripada mengganti sakelarnya. Kesalahan prosedur perbaikan di tingkat dealer ini menjadi salah satu akar masalah yang menyebabkan perbaikan sebelumnya tidak efektif.
Secara lebih detail, Kia memantau masalah tersebut dan di antara Oktober 2024 hingga April 2026 mencatat ada tujuh kebakaran kursi dan 11 motor yang melelah. Pemilik kendaraan yang terdampak mungkin akan mendapati kenop geser jok macet, bau terbakar atau meleleh, atau asap.
Kia juga menerima keluhan dari konsumen yang merasakan panas tidak wajar di bagian kursi setelah sakelar macet. Jika gejala-gejala ini muncul, pemilik disarankan untuk segera membawa kendaraan ke bengkel resmi Kia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menangani masalah ini, solusi terbaru dari Kia adalah memasang sekering elektronik yang akan mencegah jok beroperasi terus menerus jika sakelar rusak. Sekering elektronik ini bertindak sebagai pengaman yang akan memutus aliran listrik ke motor kursi jika terdeteksi adanya operasi berkelanjutan yang tidak normal.
Dengan demikian, risiko overheat dan kebakaran dapat ditekan secara signifikan. Kia telah mengirimkan pemberitahuan kepada para pemilik Telluride yang terdampak agar segera membawa kendaraan mereka ke dealer resmi untuk mendapatkan perbaikan gratis. Penarikan ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk selalu memperhatikan pemberitahuan recall dari pabrikan dan segera melakukan perbaikan demi keselamatan bersama. Bagi pemilik Telluride di Indonesia, penting untuk memantau apakah penarikan ini juga berlaku untuk unit yang dipasarkan di dalam negeri atau hanya terbatas di pasar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































