21 Tahun Tanpa Bertemu, Messi Akhirnya Hadapi Inggris di Piala Dunia

2 hours ago 4

Jumali

Jumali Minggu, 12 Juli 2026 21:27 WIB

21 Tahun Tanpa Bertemu, Messi Akhirnya Hadapi Inggris di Piala Dunia

Lionel Messi /Instagram: Afaseleccion

Harianjogja.com, JOGJA—Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Inggris akan menjadi pertemuan pertama Lionel Messi melawan skuad berjuluk The Three Lions sepanjang karier internasionalnya. Meski telah menjalani karier internasional sejak 2005, Messi tidak pernah menghadapi Inggris karena beberapa faktor.

Pada Piala Dunia 2006, Argentina dan Inggris tidak bertemu. Pada 2010, Inggris tersingkir sebelum berhadapan dengan Argentina. Pada 2014, kedua tim berada di sisi berbeda bagan turnamen. Pada 2018, Argentina tersingkir pada babak 16 besar.

Pada 2022, Inggris kalah dari Prancis di perempat final, sementara Argentina melaju hingga menjadi juara. Kedua negara juga sangat jarang menggelar laga persahabatan dalam dua dekade terakhir. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 12 November 2005 dalam laga persahabatan di Jenewa, Swiss.

Saat itu Inggris menang 3-2. Michael Owen mencetak dua gol kemenangan pada menit-menit akhir. Messi yang baru berusia 18 tahun tidak masuk skuad Argentina, meski sudah melakoni debut internasional beberapa bulan sebelumnya. Kini, 21 tahun setelah pertemuan terakhir, Messi dan Inggris akhirnya akan bertemu di panggung terbesar dunia, yaitu semifinal Piala Dunia.

Rivalitas Argentina vs Inggris merupakan salah satu yang paling ikonik di sepak bola dunia, terutama setelah Perang Falkland atau Malvinas pada 1982. Ketegangan politik tersebut membawa dimensi emosional yang mendalam ke setiap pertemuan kedua tim di lapangan hijau.

Sejarah pertemuan di Piala Dunia sebelum edisi 2026 mencatat lima duel sengit. Pada 1962, Inggris menang 3-1 atas Argentina di fase grup. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1966, Inggris kembali menang 1-0 di perempat final yang juga dikenal karena pengusiran kapten Argentina, Antonio Rattín, yang kemudian menginspirasi penggunaan kartu kuning dan merah. Pada 1986, giliran Argentina yang membalas melalui dua gol legendaris Diego Maradona.

Gol pertama dikenal sebagai "Tangan Tuhan" karena menggunakan tangan, sedangkan gol kedua disebut "Gol Abad Ini" karena Maradona melewati lima pemain Inggris sebelum mencetak gol.

Pada 1998, pertemuan di babak 16 besar berakhir 2-2 dan Argentina menang melalui adu penalti setelah David Beckham mendapat kartu merah. Terakhir, pada 2002, Inggris menang 1-0 melalui penalti David Beckham di fase grup. Dengan demikian, dari lima pertemuan di Piala Dunia sebelum semifinal 2026, Inggris menang tiga kali dan Argentina menang dua kali.

Kini, pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Messi berpeluang menambah koleksi rekor pribadinya sekaligus membawa Argentina ke final. Di usia 39 tahun, ini mungkin menjadi kesempatan terakhirnya untuk menghadapi Inggris di Piala Dunia.

Di sisi lain, Inggris datang dengan skuad muda yang dipimpin Jude Bellingham, yang tampil gemilang sepanjang turnamen. Pertemuan ini menjadi menarik karena Messi belum pernah merasakan atmosfer rivalitas melawan Inggris secara langsung. Ia akan menghadapi tim yang secara historis menjadi musuh bebuyutan Argentina.

Namun, dengan pengalaman dan rekor yang ia miliki, Messi diharapkan menjadi pembeda bagi Albiceleste. Laga ini tidak hanya memperebutkan tiket final, tetapi juga menjadi babak baru dalam rivalitas yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.

Argentina ingin mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022, sementara Inggris berambisi lolos ke final untuk pertama kalinya sejak 1966. Publik sepak bola dunia tentu menantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam duel penuh gengsi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|