Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan proyek Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi listrik akan segera berjalan, dengan kewajiban transfer teknologi bagi seluruh pengembang asing.
Direktur Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman menegaskan bahwa pihaknya mewajibkan mitra asing melakukan transfer teknologi sebagai bagian dari syarat kerja sama. Hal ini diwujudkan melalui pelibatan dan pelatihan tenaga kerja lokal.
"Harus dong ada transfer teknologi. Syaratnya dari mana? Dari jumlah orang lokal yang bekerja di situ. Itu penting. Orang lokal yang di-training. Pemerintah daerah di sana akan di-training juga, dibawa ke Cina atau ke Jepang atau ke Eropa untuk belajar ini caranya gimana begitu," kata dia ditemui di Wisma Danantara, dikutip Jumat (27/2/2026).
Ia lantas menegaskan bahwa proyek WTE bukan sekadar membakar sampah menjadi listrik. Namun demikian, proyek ini juga dirancang sebagai transformasi sistem manajemen sampah di daerah.
"Karena proyek Waste to Energy itu bukan proyek membakar sampah menjadi listrik, bukan. Ini adalah proyek manajemen sampah yang menjadi katalis untuk transformasi pengelolaan sampah di daerah tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Fadli membeberkan bahwa kebutuhan investasi untuk proyek WTE pada tahap pertama rata-rata berkisar antara US$150-170 juta per lokasi. Adapun, tahap awal pengembangan mencakup empat kota yaitu Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.
"Total investasi batch pertama jadi rata-rata investasi itu antara US$150-170 juta per lokasi. Katakan US$150 juta lah biar gampang, total investasinya berarti US$600 juta di batch pertama aja empat daerah begitu," kata Fadli.
Menurut Fadli dari sisi pendanaan, Danantara menetapkan skema pembiayaan dengan komposisi 70% debt dan 30% equity. Sementara, untuk struktur kerja sama memungkinkan mitra asing memegang porsi saham mayoritas.
"Kita Danantara tuh megang 30%, 70% tuh yang megang mitra asingnya, ya kan? Jadi ini funding-nya ya dari luar semua. Jadi ini adalah Foreign Direct Investment (FDI) nih," tambahnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

















































