Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang (IT Semarang) menghadirkan program Lawang Cemoro (Pintu Harapan Masyarakat Semarang Utara). Program ini merupakan bentuk inovasi sosial berupa pemberdayaan masyarakat untuk menjawab berbagai permasalahan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Program ini telah dijalani Pertamina Patra Niaga di wilayah kumuh Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara seluas 17,34 hektar (Ha). Di wilayah ini, Pertamina Patra Niaga Menemukan fakta adanya timbulan sampah di masyarakat sebanyak 24 ton per hari. Selain itu, sebanyak 79 balita gizi kurang ditemukan di kelurahan tersebut dan menjadi kasus tertinggi di Kota Semarang.
Fakta lainnya adalah adanya 68 ibu hamil dengan risiko kesehatan tinggi. Terdapat pula 25 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terlapor dari 2023-2025, belum ditambah dengan kasus tidak terlapor. Tak hanya itu, terdapat 4.235 jiwa dan 5.461 jiwa masyarakat miskin dan rentan miskin di Kelurahan Tanjung Mas.
Lantas, melalui Program Lawang Cemoro, Pertamina Patra Niaga berupaya berkontribusi dalam menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, memberikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan, menyediakan air bersih dan sanitasi layak, menghadirkan energi bersih dan terjangkau, hingga menciptakan lapangan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Terdapat beberapa keunggulan Program Lawang Cemoro yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga. Pertama, Rumah Sehat Pertamina yang merupakan layanan terintegrasi meliputi pendampingan bagi korban kekerasan, penyelenggaraan kelas parenting, serta pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan oleh Kelompok Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA)
Kedua, Pendampingan Korban Kekerasan, yaitu pendampingan kasus oleh Kelompok SAPA yang membuat korban lebih berani menceritakan pengalaman dan mendapatkan konseling yang aman. Ketiga, Green House, yakni pengembangan tanaman dan hidroponik (sayur, buah, dan tanaman obat keluarga) guna mendukung penyediaan bahan baku PMT serta meningkatkan pendapatan kelompok sebesar Rp 500 ribu per bulan.
Keempat, Sistem Filterisasi Air Ramah Lingkungan (SITIRTA) adalah inovasi sistem filtrasi air dan limpasan berbasis panel surya yang menghasilkan air layak guna dan berhasil memanfaatkan air sebanyak 36m2 serta menghemat biaya pembelian air sebesar Rp 3,35 juta. Kelima, Petasol adalah sampah plastik yang diubah menjadi bahan bakar alternatif, kemudian dapat digunakan untuk mesin penggerak perahu nelayan, mesin diesel konstruksi, genset, dan mesin non kendaraan umum lainnya.
Keenam, Mesin Pengering Sampah Plastik dengan Poros Jari Pengganti Tangan (POJA PETA) yang digunakan untuk mengeringkan dan membersihkan sampah plastik sebelum pirolisis dengan kapasitas pengolahan 7 kg per siklus.
Berkat pelaksanaan program Lawang Cemoro, 9 orang masyarakat berhasil dituntaskan dari kemiskinan dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp 542.222 per bulan. Kemudian, sebanyak 14 orang perempuan telah memiliki pekerjaan dan penghasilan melalui kegiatan pertanian terpadu di KWT Tunas Bahagia dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp 500.000 per bulan.
Berikutnya, terdapat 25 korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dapat mengakses layanan melalui Rumah Sehat Pertamina berupa layanan pelaporan korban KDRT, pendampingan keluarga (parenting), konseling pojok psikolog dan pendampingan para korban. Selain itu, terdapat 1 orang ex- korban KDRT yang ikut tergabung ke dalam kelompok SAPA dan menjadi bagian dari pegiat anti KDRT.
Tak ketinggalan, 11 Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) mendapatkan akses layanan kesehatan mental setiap satu bulan sekali berupa pemeriksaan kesehatan dan kegiatan terapi serta adanya pelatihan keterampilan. Lalu, sebanyak 21 orang lansia berhasil mendapatkan ilmu dan sumber penghasilan baru dari kegiatan yang ada di kelompok.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang juga berkomitmen mengedepankan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dari keberhasilan perusahaan dalam mengefisiensi penggunaan energi akibat penghematan listrik sebesar 134.222,175 GJ melalui program inovasi Fastest DCV.
Selain itu, perusahaan juga tercatat berhasil menurunkan emisi lewat program Inovasi Anti Pindah Pindah. Hal ini mampu memberikan dampak perbaikan kualitas lingkungan berupa penurunan emisi konvensional sebesar 560,250 Ton VOC.
Selanjutnya, ada juga program Inovasi Seal Cycle yang merupakan penerapan Extended Producer's Responsibility (EPR) dan mampu mengurangi sampah sebesar 0,384 Ton.
Kemudian, efisiensi penggunaan air diwujudkan melalui program Portable Transfer dengan capaian penurunan konsumsi sebesar 1.320 m³.
Dari sisi pengelolaan Limbah B3, perusahaan menerapkan program Pres Line yang dapat menurunkan limbah B3 jenis majun bekas sebesar 0,902 Ton.
Sebagai bagian dari penguatan inovasi lingkungan,melalui Program Unggulan Eco Inovasi yaitu BoBoBox, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang menghadirkan inovasi penyediaan fasilitas pengambilan sampel BBM secara close circuit di area manifold penerimaan untuk mencegah ceceran minyak dan mengurangi timbulan limbah B3 majun bekas. Inovasi ini mampu mengatasi degradasi kualitas BBM pada proses interface yang sebelumnya menimbulkan inefisiensi hingga 2.310,145 kL. Berdasarkan kajian Life Cycle Assessment (LCA), BoBoBox terbukti menurunkan berbagai dampak lingkungan sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Atas dasar itu, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang berhasil mendapatkan penghargaan PROPER Emas tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup atas dedikasi terhadap lingkungan. Raihan ini tidak lepas dari upaya perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dalam aspek operasional maupun bagi lingkungan masyarakat sekitar.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq kepada perwakilan perusahaan dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Sebagai informasi, penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) digelar setiap tahun sebagai upaya untuk meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup.
(bul/bul)
Addsource on Google
















































