Bak Tol Dalkot, Potret "Macet" Kapal-Kapal Tertahan di Selat Hormuz

6 hours ago 3
Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 22 April 2026. (REUTERS/Stringer)

Kapal-kapal di perairan sekitar Selat Hormuz tampak ramai pada Rabu (22/4/2026), sebagaimana diamati dari wilayah Musandam, Oman, mencerminkan meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran vital tersebut. (REUTERS/Stringer)

Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 22 April 2026.

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memicu gangguan besar pada pasokan minyak dan gas global. Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia pun terdampak langsung, seiring terganggunya lalu lintas kapal di kawasan tersebut. (REUTERS/Stringer)

Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 22 April 2026.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, ratusan kapal tanker dan kapal lainnya dilaporkan tertahan di kawasan Teluk bersama sekitar 20.000 pelaut. Situasi keamanan yang tidak menentu membuat aktivitas pelayaran terhambat signifikan. (REUTERS/Stringer)

Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 22 April 2026.

Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran tanpa batas waktu atas permintaan mediator Pakistan. Meski demikian, Selat Hormuz masih diblokir dan dilaporkan tiga kapal terkena tembakan, sementara kedua pihak absen dari pembicaraan damai. (REUTERS/Stringer)

Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 22 April 2026.

Sebagai jalur sempit selebar sekitar 34 kilometer yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, Selat Hormuz memegang peran penting dalam distribusi energi dan komoditas global. Gangguan di wilayah ini berpotensi memperparah dampak ekonomi di berbagai negara (REUTERS/Stringer)

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|