Purbaya Jelaskan Kondisi Stok BBM RI, Jamin Harga Tak Naik!

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel di kawasan penghasil minyak mentah utama dunia, yakni Timur Tengah, tak akan membuat pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara serampangan.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, selepas mendatangi Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk merubah subsidi BBM, dalam pengertian naikin harga BBM. Karena kita lihat dulu seperti apa kondisinya ke depan," ungkap Purbaya.

Purbaya menekankan, evaluasi menyeluruh terhadap harga BBM baru akan dilakukan setelaha sebulan ini berlalu. Karena itu, ketika harga minyak mentah dunia saat ini tembus di level US$ 113 per barel, menurutnya belum menjadi indikator utama pemerintah harus menaikkan harga BBM, sebab bisa saja dalam waktu dekat turun lagi.

"Kan asumsi kita kan setahun penuh. Kalau sekarang US$ 100, habis itu jatuh ke US$ 50 rata-ratanya kan bisa sama dengan kemarin. Jadi jangan terlalu cepat-cepat, oh judge ini, judge itu," tutur Purbaya.

Ia juga mengingatkan, dalam segi stok BBM, hingga saat ini pun masih lebih dari cukup. Sebab, meskipun kapasitas cadangan BBM RI hanya 20 hari, ia mengatakan jumlah hari itu akan terus terakumulasi setiap harinya, karena konsumsi harian juga terjadi.

"Setiap saat tuh kita menyetok sekian puluh hari. Kalau nggak salah 15 hari lebih ya. Ini kan stoknya 20 hari berarti berlebih bukan habis. Nanti kalau itu bisa beli lagi. Itu stok yang normal, bukan darurat," kata Prubaya.

"Ada yang bilang 'wah kita tinggal 20 hari lagi.' Bukan begitu, kalau distok setahun kan rugi. Ada cost-nya. Jadi strateginya seperti itu. Sudah optimal itu," tegasnya.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|