Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menegaskan posisi Indonesia dalam meratifikasi Paris Agreement guna mereduksi emisi karbon dan membatasi kenaikan suhu global di bawah dua derajat Celcius.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo meminta Kementerian Sosial untuk memberikan atensi ketat terhadap potensi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Hashim kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memberikan sambutan pada Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat malam.
"Yang kita harus hati-hati, Pak Wamen, penyimpangan-penyimpangan. Saya sudah dengar, sudah banyak dapat laporan, sudah ada indikasi penyimpangan, Pak Wamen, maka saya titip, ya, Pak Wamen. Pengawasan harus sangat ketat," ucapnya.
Hashim mengaku mendapat laporan mengenai indikasi penyimpangan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Namun, ia tidak memerinci dugaan penyimpangan itu lebih lanjut.
Menurut Hashim, kedua program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo itu memiliki tujuan mulia. MBG untuk memastikan anak-anak mendapat gizi yang baik, sementara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk menciptakan kemandirian warga desa.

2 hours ago
2

















































