REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, melontarkan kritik terhadap narasi patriotisme yang selama ini identik dengan gerakan Make America Great Again (MAGA) yang dipopulerkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Mamdani, keistimewaan Amerika Serikat bukan terletak pada kekuatan militer atau dominasinya atas negara lain, melainkan pada kemampuannya untuk terus berubah dan memperbaiki diri.
Pidato tersebut disampaikan Mamdani pada Jumat (3/7) di New York City Hall, Manhattan, dari meja bersejarah milik Presiden pertama Amerika Serikat, George Washington. Momen itu berlangsung sehari sebelum peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan hanya beberapa jam sebelum Trump dijadwalkan menyampaikan pidato peringatan serupa di Mount Rushmore, Dakota Selatan.
"Ini bukan hari perayaan biasa. Dua ratus lima puluh tahun menghadirkan kesempatan langka bagi lebih dari 340 juta orang untuk bersama-sama melihat siapa kita sebagai sebuah bangsa," kata Mamdani sebagaimana diberitakan sejumlah media Amerika.
Ia mengajak warga Amerika menggunakan momentum 250 tahun kemerdekaan untuk tidak sekadar merayakan sejarah, tetapi juga mengevaluasi perjalanan bangsa. Menurutnya, semangat para pendiri Amerika yang melepaskan diri dari kekuasaan Inggris adalah keberanian membangun sebuah negara yang terus berkembang melalui pemerintahan yang terbuka terhadap perubahan.
Mamdani kemudian menyinggung konsep American exceptionalism atau keistimewaan Amerika. Ia mengatakan gagasan tersebut selama ini kerap dimaknai sebagai simbol kekuatan dan dominasi global, padahal menurutnya makna yang sesungguhnya berbeda.
"Kita sering diberi tahu bahwa Amerika istimewa karena lebih kuat dan lebih berkuasa daripada negara lain. Yang benar adalah bahwa Amerika istimewa karena di sini tidak ada yang tetap dan tidak berubah," ujarnya.
Dalam pidato itu, Mamdani juga mengkritik pandangan yang menyudutkan para imigran. Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, ia menyinggung pernyataan yang pernah disampaikan Trump saat meluncurkan kampanye presiden pada 2015 mengenai para pendatang ke Amerika.
Menurut Mamdani, sejarah justru menunjukkan bahwa Amerika dibangun oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keturunan budak Afrika hingga gelombang imigran dari berbagai belahan dunia yang datang mencari kehidupan lebih baik.
Ia juga menolak pandangan patriotisme yang dikenal dengan semboyan "love it or leave it" atau "cintai Amerika atau tinggalkan". Baginya, mencintai negara bukan berarti menutup mata terhadap kekurangannya.

3 hours ago
2

















































