REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong mencatat 24.165 pelintas antarnegara selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Meski jumlah pelintas menurun dibandingkan tahun lalu, aktivitas perlintasan dan pelayanan lintas batas tetap berjalan normal.
Data PLBN Entikong menunjukkan angka tersebut merupakan akumulasi kedatangan dan keberangkatan pada periode 13 hingga 25 Maret 2026.
Kepala PLBN Entikong Teguh Priyadi mengatakan, total perlintasan tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 34.962 orang. “Secara keseluruhan, perlintasan orang, kendaraan, dan pengunjung wisata di PLBN Entikong pada libur Nyepi dan Idul Fitri tahun ini tercatat menurun dibandingkan tahun lalu, namun pelayanan tetap kami maksimalkan,” kata Teguh dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data perlintasan, arus kedatangan mencapai 13.131 orang atau 54 persen dari total pelintas, terdiri dari 1.521 warga negara asing dan 11.610 warga negara Indonesia. Sementara, arus keberangkatan tercatat 11.034 orang atau 46 persen, dengan rincian 893 WNA dan 10.141 WNI.
Teguh menjelaskan, puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran, 19 Maret 2026, dengan jumlah 2.660 orang. Adapun puncak arus balik berlangsung pada H+3 Lebaran, 23 Maret 2026, sebanyak 2.406 orang. “Lonjakan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dilayani dengan baik,” kata Teguh.
Seluruh aktivitas perlintasan difasilitasi melalui sinergi petugas Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) guna menjaga kelancaran layanan selama periode libur panjang. Selain pergerakan orang, aktivitas ekspor tetap berlangsung dengan kontribusi devisa negara mencapai Rp1.005.923.110 dari komoditas pertanian dan perikanan.
Jumlah kendaraan yang melintas juga tercatat 1.691 unit, baik kendaraan umum maupun pribadi. Di sisi lain, kawasan PLBN Entikong turut menjadi tujuan wisata masyarakat perbatasan dengan total 1.862 pengunjung di zona inti dan zona penunjang selama masa libur.
“Kawasan PLBN tidak hanya melayani perlintasan, tetapi juga menjadi ruang publik yang menarik bagi masyarakat untuk dikunjungi,” kata Teguh.
Secara kumulatif sejak Januari hingga 25 Maret 2026, PLBN Entikong telah melayani 129.440 pelintas menuju dan dari Malaysia, mempertegas peran kawasan tersebut sebagai gerbang utama Indonesia di perbatasan Kalimantan Barat.

6 hours ago
3

















































