Ini Alasan Seseorang Sering Ketiduran di Depan TV

4 hours ago 3

Wanita ketiduran di depan TV (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duduk bersantai di depan televisi setelah hari yang panjang sering kali berakhir dengan ketiduran. Baru berjalan sepuluh menit menikmati film atau episode serial, kesadaran Anda tiba-tiba lenyap begitu saja.

Anda mungkin sempat tersentak bangun dan berpura-pura tetap menyimak alur ceritanya, namun sedetik kemudian tubuh kembali terkulai di sandaran sofa. Fenomena "tumbang" secara otomatis di depan layar kaca ini ternyata dialami oleh hampir semua orang. Menurut para pakar kesehatan, kebiasaan ini bukan sekadar tanda Anda bosan, melainkan memiliki makna medis yang lebih dalam.

Menonton TV di malam hari sering kali menciptakan kondisi lingkungan yang terlalu ideal untuk memicu kantuk. Spesialis tidur dari UCLA Health di California, AS, dr Neal Walia, mengatakan tubuh manusia memiliki mekanisme internal yang disebut dorongan tidur (sleep drive).

“Saat Anda bangun di pagi hari, Anda mengembangkan sesuatu yang disebut dorongan tidur, yaitu seberapa besar keinginan tubuh Anda untuk tidur,” ujar dr Walia dikutip dari laman Huffington Post pada Kamis (26/3/2026).

Dorongan ini terus meningkat secara akumulatif sepanjang hari dan mencapai puncaknya tepat saat waktu istirahat tiba. Karena mayoritas orang menonton TV setelah melewati jam kerja yang melelahkan, tubuh secara biologis berada pada titik tertinggi dalam menginginkan tidur.

Selain faktor dorongan biologis, kurangnya stimulasi aktif juga menjadi pemicu utama mengapa sofa terasa begitu "mematikan". Direktur pelatihan klinis di program pengobatan tidur perilaku di Johns Hopkins Medicine, Baltimore, dr Molly Atwood, mengungkapkan bahwa tubuh memiliki sistem untuk melawan rasa kantuk melalui rangsangan eksternal.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|