REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nabi Muhammad SAW ketika hijrah dan tiba di Madinah, secara umum menghadapi tiga kelompok manusia. Rasulullah SAW juga harus menghadapi berbagai problem yang berbeda ketika menghadapi masing-masing kelompok.
Di antara kelompok yang dihadapi Nabi Muhammad SAW, pertama adalah para sahabat yang suci, mulia dan baik.
Kedua, orang-orang musyrik yang sama sekali tidak mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang berasal dari berbagai kabilah di Madinah. Ketiga, orang-orang Yahudi yang menaruh kebencian kepada orang Arab.
Dikutip dari Sirah Nabawiyah yang ditulis Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dijelaskan cara pandang orang Yahudi kepada bangsa Arab.
Dikisahkan, orang-orang Yahudi ketika mendapat tekanan dari bangsa Asyur dan Romawi, mereka berpihak kepada orang-orang Hijaz, walaupun sebenarnya mereka adalah orang-orang Ibrani.
Namun setelah bergabung dengan orang-orang Hijaz, mereka hidup dengan ala Arab, berbahasa Arab dan mengenakan pakaian Arab pada umumnya, sehingga nama kabilah dan nama-nama mereka juga menggunakan nama Arab, serta mereka pun kawin dengan orang-orang Arab.
Meski Yahudi membaur dengan orang Arab, mereka tetap menjaga fanatisme jenis mereka sebagai orang-orang Yahudi dan tidak menyatu dengan bangsa Arab secara total.
Bahkan mereka masih membanggakan diri sebagai bangsa Yahudi dan masih sempat melecehkan bangsa Arab, dengan menyebut bangsa Arab sebagai orang-orang Ummiyyin, alias orang-orang jalang dan buas, buta huruf, hina, dan terbelakang.

5 hours ago
3

















































