Eskalator Mati dan Asap Rokok di Terminal Leuwipanjang Dikeluhkan Pemudik

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Terminal Leuwipanjang di Bandung mendapat sorotan negatif dari masyarakat pengguna terkait kenyamanan dan layanan, terutama karena eskalator mati dan penyebaran asap rokok di area terminal selama masa mudik Lebaran.

Julian (30), seorang pemudik dari Palembang, mengeluhkan kondisi eskalator di Gedung A yang mati, memaksanya membawa barang di tangan sambil mengajak keluarga menanjak ke lantai dua untuk mengakses bus kota yang lebih nyaman.

"Ya cukup kesulitan juga, harusnya momen begini berfungsi," ungkap Julian, Kamis.

Selain itu, banyak penumpang menyayangkan keberadaan asap rokok yang tidak terkendali. Rizky (38), pemudik menuju Bekasi, merasa kenyamanan fasilitas terminal terganggu, terutama bagi penumpang yang membawa anak-anak.

"Saya bawa anak jadi harus cepat-cepat ke bus biar keluarga tidak terlalu terpapar asap," ujarnya.

Tanggapan Pengelola Terminal

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, menyatakan masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan fasilitas terminal. Asep menjelaskan eskalator sengaja dimatikan saat liburan karena mekanik dari vendor tidak tersedia.

"Memang ini sengaja disiasati karena kalau panas suka mati sendiri," jelas Asep.

Tentang pengadaan mekanik, Asep mengungkapkan itu merupakan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Barat.

"Untuk pengadaan mekanik itu kewenangan BPTD," tambahnya.

Mengenai asap rokok, Asep menyebutkan terminal sudah memiliki ruang khusus merokok di lantai dua dan area kantor perusahaan otobus. Namun, ia mengakui masih banyak yang merokok di area lain dan berkomitmen untuk memperbaiki pengaturan ini.

"Harus ditentukan titik tertentu di luar ruangan untuk area merokok," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|