Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir (kanan) bersama Acting Minister for Culture, Community and Youth David Neo usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kepemudaan dan keolahragaan di Sanur, Bali, Ahad (3/5/2026)..
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Singapura resmi memperkuat pilar youth diplomacy melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir bersama Acting Minister for Culture, Community and Youth David Neo dalam rangkaian Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Sanur, Bali, Ahad (3/5/2026)
Penandatanganan MoU ini bertujuan mempererat kerja sama kedua negara dalam meningkatkan ketahanan serta daya saing generasi muda. Hal tersebut sejalan dengan pokok pikiran yang disampaikan David Neo dalam paparannya bertajuk “Strengthening Youth Resilience and Supporting Success in the AI Age” pada forum tersebut.
Dalam presentasinya, David Neo menekankan pentingnya membangun ketangguhan pemuda di tengah ketidakpastian global. Ia juga menyoroti perlunya pemberdayaan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk meraih kesuksesan, disertai komitmen menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif bagi inovasi.
Menpora Erick Thohir menegaskan kolaborasi ini merupakan langkah konkret memperkuat peran Indonesia dalam youth diplomacy. “Kerja sama ini adalah wujud nyata untuk memastikan pemuda Indonesia menjadi generasi yang tangguh di kancah global. Melalui sinergi dengan Singapura, kita ingin mencetak pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki empati sosial yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (5/5/2026).
Melalui MoU tersebut, kedua negara berkomitmen memperluas kolaborasi pada berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan pemuda, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga aksi kesukarelawanan melalui sinergi antarorganisasi kepemudaan. Selain itu, kerja sama ini juga menitikberatkan pada penciptaan ekosistem digital yang aman guna mendukung inovasi generasi muda.
Sinergi ini dinilai strategis mengingat posisi Singapura yang menempati peringkat pertama dunia dalam Global Youth Development Index (YDI) 2023. Tak hanya itu, MoU ini juga mencakup akselerasi prestasi olahraga melalui integrasi sport science dan teknologi olahraga.
Melalui penguatan youth diplomacy ini, diharapkan tercipta konektivitas antarmasyarakat yang semakin erat, sekaligus melahirkan generasi pemimpin dan atlet unggulan yang mampu bersaing di panggung dunia.

1 hour ago
1

















































