Perang Meletus, Prabowo: Negara Lain Kesulitan, RI Aman Soal Pangan

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa dunia berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian, karena konflik yang melibatkan kekuatan besar. Kondisi itu berpotensi menyerat banyak negara dalam kesulitan.

"Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak kekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain ke dalam keadaan yang susah," kata Prabowo, saat, peresmian 218 jembatan bailey, armco, dan perintis, di seluruh Indonesia, secara virtual, Senin (9/2/2026).

Namun menurutnya Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi situasi itu. Prabowo mengaku telah mempelajari berbagai data terkait potensi sumber daya nasional yang dinilai besar.

"Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita menemukan kekayaan-kekayaan baru," katanya.

Meski begitu dia tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menghadapi tentangan dari kondisi ini. Namun dia optimistis Indonesia mampu keluar dari krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

"Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutup-nutupi itu. Tapi kita punya kekuatan, saya kira perkiraan saya kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita sangat bersyukur atas karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita," kata Prabowo.

Prabowo menekankan pemerintah sudah memperjuangkaan kemandirian pangan dari bertahun-tahun lalu. Sebabnya hal pokok untuk kehidupan itu, akan terpengaruh seperti harga BBM yang akan menjulang tinggi akibat perang. Khususnya beras. Meskipun, Indonesia saat ini sudah mencapai swasembada.

"Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi protein kita," katanya.

"Apapun yang terjadi dimana bangsa lain banyak yang mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan," tambahnya.

Selain pangan, Prabowo juga menyinggung pentingnya kemandirian energi. Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sendiri, termasuk melalui pengembangan energi berbasis tanaman.

Menurutnya, bahan bakar dapat diproduksi dari berbagai komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung hingga tebu.

"Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Kita memiliki karunia besar bahwa nanti kita mampu memenuhi kebutuhan BBM kita bukan dari impor, bahkan dari tanaman-tanaman kita," kata dia.

Untuk itu dia menekankan kepada seluruh elemen bangsa untuk bekerja keras, menjaga persatuan, dan menghadapi tantangan global secara bersama.

"Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersatu menghadapi krisis," tuturnya.

(emy/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|