Perang Makin Panas, Bahlil: Pasokan BBM-LPG RI Insya Allah Aman!

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga Liquefied Petroleum Gas (LPG) di tanah air dalam kondisi aman. Meskipun situasi geopolitik dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa eskalasi perang Iran dengan Israel bersama Amerika Serikat (AS) belum mereda. Konflik ini justru mengakibatkan tutupnya urat nadi peredaran minyak dunia yakni Selat Hormuz atau Teluk Persia yang tercatat memiliki peredaran minyak hingga 20,1 juta barel per hari.

Indonesia termasuk salah satu negara yang terkena imbas dengan ditutupnya selat Hormuz itu. Maklum, sebagai negara Importir, 19% impor minyak secara nasional berasal dari Selat Hormuz tersebut.

Atas hal itu, Menteri ESDM Bahlil meyakini bahwa ketersediaan BBM dan LPG masih aman.

"Kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, Insya Allah aman,"

"Yang enggak bisa itu adalah memang ada terjadi kenaikan dan itu berdampak pada subsidi. Jadi sekarang kita lagi menghitung secara baik, dengan hati-hati," ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2025).

Di sisi lain, Bahlil mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung agar pembangunan fasilitas penyimpanan minyak tersebut segera dipercepat.

"Saya udah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera bangun. Supaya apa? Ini kan kita butuh survival. Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau enggak kita tergantung terus," ucap Bahlil.

Menurut dia, percepatan pembangunan tangki penyimpanan minyak merupakan startegi utama guna memperkuat cadangan energi domestik. Ia pun memastikan investasi untuk pembangunan fasilitas ini sudah tersedia dan investor juga siap mendukung proyek tersebut.

Menurut Bahlil, tangki yang akan dibangun difokuskan untuk menyimpan minyak mentah (crude oil). Adapun, jika cadangan minyak mentah tersedia, maka proses pengolahan menjadi BBM dapat dilakukan melalui kilang yang ada.

"Kalau memang itu dibutuhkan untuk kita bangun untuk BBM jadinya, itu kan di kilang sebenarnya. Tinggal kita meminta kepada kilang-kilang Pertamina menambah tangki-tangkinya," kata Bahlil.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|