Foto ilustrasi dessert atau makanan penutup. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penderita diabetes tetap boleh makan dessert atau makanan penutup asalkan memperhatikan keseimbangan nutrisi dan kontrol porsi. Hal ini ditegaskan ahli gizi bahwa makanan manis tidak selalu menjadi pantangan mutlak selama strategi konsumsi dilakukan dengan tepat untuk menjaga gula darah tetap stabil.
Menurut ahli diet terdaftar Mackenzie Burgess, RDN, seperti dikutip dari Eatingwell, Senin (2/3/2026) penderita diabetes tidak harus sepenuhnya menghindari makanan manis. Prinsip utama yang perlu diterapkan adalah moderasi serta kombinasi nutrisi yang tepat agar respons gula darah tetap terkendali.
Dessert dalam Diet Ramah Diabetes
Dessert atau hidangan penutup memang identik dengan kandungan gula dan karbohidrat sederhana yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Namun, respons tubuh terhadap makanan manis sebenarnya dipengaruhi banyak faktor, termasuk komposisi nutrisi, jumlah konsumsi, serta waktu makan.
Burgess menjelaskan bahwa kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sangat menentukan bagaimana tubuh memproses makanan tersebut. Ia juga menyarankan penderita diabetes untuk memperhatikan reaksi tubuh terhadap jenis dessert tertentu sebagai bagian dari pengelolaan pola makan.
"Perhatikan bagaimana jenis dessert tertentu memengaruhi perasaan dan kadar gula darah Anda," saran Burgess.
Selain komposisi makanan, pengendalian porsi menjadi langkah penting. Menakar jumlah makanan mungkin terasa merepotkan, tetapi cara ini membantu penderita diabetes tetap menikmati rasa manis tanpa meningkatkan risiko kesehatan secara signifikan.
Memilih Hidangan Penutup yang Lebih Aman
Agar gula darah tidak melonjak drastis, penderita diabetes disarankan memilih dessert yang mengandung serat, protein, dan lemak sehat. Kombinasi nutrisi tersebut dapat memperlambat penyerapan karbohidrat ke dalam aliran darah sehingga lonjakan gula lebih terkendali.
Beberapa pilihan dessert yang dinilai lebih ramah bagi penderita diabetes antara lain:
- Buah-buahan
Buah memiliki indeks glikemik lebih rendah karena kandungan seratnya cukup tinggi sehingga membantu menjaga stabilitas gula darah.
- Kurma Medjool
Kurma dapat dikombinasikan dengan selai kacang sebagai sumber lemak sehat dan protein untuk memperlambat penyerapan gula.
- Puding biji chia
Puding chia dengan tambahan yoghurt atau kacang-kacangan memberikan kombinasi serat, protein, dan lemak sehat yang lebih seimbang.
- Kudapan berbasis selai kacang
Camilan berbahan kacang mengandung protein dan lemak sehat yang membantu mengontrol respons gula darah.
Penggunaan pemanis alternatif juga dapat menjadi opsi untuk mengurangi asupan karbohidrat. Namun, sebagian orang mungkin sensitif terhadap pemanis buatan dan mengalami gangguan pencernaan sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Strategi Aman Menikmati Makanan Manis
Jika ingin mengonsumsi dessert dengan kandungan karbohidrat rafinasi tinggi seperti kue atau permen, Burgess menyarankan untuk mengombinasikannya dengan sumber protein atau serat. Sebagai contoh, biskuit dapat dikonsumsi bersama kacang atau buah berserat agar penyerapan gula lebih lambat.
Selain itu, urutan makan juga berperan penting. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein dan lemak sebelum makanan tinggi karbohidrat dapat membantu memperlambat proses pencernaan serta meningkatkan respons insulin dibandingkan jika makanan manis dikonsumsi saat perut kosong.
Strategi sederhana ini dapat membantu penderita diabetes tetap menikmati dessert tanpa mengganggu pengendalian gula darah dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Eatingwell


















































