Pemkab Grobogan dan Bank Jateng Percepat Digitalisasi Retribusi

2 hours ago 3

Harianjogja.com, GROBOGAN— Pemerintah Kabupaten Grobogan memperluas digitalisasi pengelolaan retribusi pasar dengan menerapkan sistem e-retribusi di tujuh pasar daerah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, sekaligus memperkuat pengelolaan pendapatan daerah melalui transaksi non-tunai.

Sistem E-Retribusi Pengelolaan Pasar resmi diluncurkan di Alun-Alun Purwodadi, Minggu (19/7/2026) malam. Peluncuran tersebut bertepatan dengan kegiatan nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setyawan mengatakan sistem e-retribusi merupakan hasil kolaborasi Pemkab Grobogan bersama Bank Jateng untuk mendukung transformasi digital dalam pengelolaan pasar rakyat.

Setelah diluncurkan, sistem tersebut langsung diterapkan di tujuh pasar daerah, yakni Pasar Pagi, Pasar Induk Purwodadi, Pasar Agro Hortikultura, Pasar Glendoh, Pasar Danyang, Pasar Tuko, dan Pasar Tegowanu.

"Setelah acara ini, Insya Allah sistem akan diimplementasikan di tujuh pasar daerah," ujar Danis.

Menurutnya, penerapan e-retribusi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor perdagangan. Melalui pembayaran non-tunai, setiap transaksi retribusi tercatat secara elektronik sehingga pengelolaannya menjadi lebih tertib dan transparan.

Sistem tersebut juga dinilai dapat memudahkan proses pengawasan sekaligus memperkuat pengelolaan pendapatan daerah. Dengan adanya catatan transaksi secara elektronik, proses pembayaran retribusi dapat dipantau secara lebih jelas.

Berawal dari Satu Pasar

Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Cahya Imanuddin Firmansyah mengatakan digitalisasi retribusi pasar di Grobogan telah dimulai sejak 2023. Saat itu, Pasar Nglejok dipilih sebagai lokasi percontohan atau pilot project penerapan e-retribusi pasar.

"Bukti keseriusan Bank Jateng untuk membawa perubahan digitalisasi di Kabupaten Grobogan diawali dari langkah kecil pada 2023. Saat itu Pasar Nglejok menjadi pilot project e-retribusi pasar," ujarnya.

Menurut Firman, kolaborasi yang terus terjalin antara Bank Jateng dan Pemkab Grobogan membuat penerapan sistem tersebut berkembang hingga menjangkau tujuh pasar daerah pada 2026.

"Alhamdulillah pada 2026 ini implementasi e-retribusi telah merambah ke tujuh pasar. Perjalanan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern," katanya.

Ia menegaskan Bank Jateng bangga dapat menjadi bagian dari proses transformasi digital di Kabupaten Grobogan. Elektronifikasi transaksi daerah, menurut dia, tidak hanya memberikan kemudahan kepada pedagang dalam membayar retribusi, tetapi juga dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Digitalisasi tersebut sekaligus memperkuat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Grobogan.

"Kami berharap semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Grobogan dan mendorong pelayanan publik yang semakin modern serta efisien," imbuh Firman.

Semua Retribusi Pasar Ditargetkan Non-Tunai

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan seluruh pembayaran retribusi pasar ke depan dilakukan secara non-tunai dan tercatat secara elektronik.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan setiap transaksi dipantau dengan lebih baik sehingga dapat meminimalkan kesalahan pencatatan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah.

Setyo Hadi juga meminta seluruh petugas pasar menjadi agen perubahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Para pedagang diajak mendukung penerapan e-retribusi karena sistem tersebut dinilai lebih praktis, aman, dan transparan.

Selain itu, pembayaran secara elektronik memberikan bukti transaksi yang lebih jelas bagi pedagang.

"Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Keberhasilan sistem ini tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan, kepatuhan membayar retribusi, PAD, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," tegasnya.

DPR RI Apresiasi Digitalisasi Pasar

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty turut mengapresiasi langkah Pemkab Grobogan bersama Bank Jateng dalam menerapkan digitalisasi retribusi di pasar rakyat.

Menurut Evita, penerapan pembayaran elektronik bukan sekadar mengubah sistem transaksi dari tunai menjadi non-tunai. Lebih dari itu, digitalisasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, akuntabel, dan efisien.

Ia menilai pasar rakyat memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk menjalankan usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Karena itu, digitalisasi dinilai penting untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital.

Perluasan e-retribusi dari satu pasar pada tahap awal menjadi tujuh pasar pada 2026 menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital pengelolaan pasar di Grobogan. Pemerintah daerah bersama Bank Jateng pun diharapkan terus memperluas penerapan sistem tersebut sehingga semakin banyak pedagang dan masyarakat dapat merasakan manfaat transaksi yang lebih praktis, aman, dan transparan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|