REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menjadikan program pembangunan tiga juta rumah sebagai instrumen strategis untuk menekan angka stunting dan tuberkulosis (TBC) yang dipicu oleh lingkungan permukiman tidak sehat.
Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa hunian layak bukan sekadar kebutuhan papan, melainkan fondasi bagi perbaikan kualitas kesehatan masyarakat.
"Lingkungan yang tidak sehat menyebabkan stunting karena kesehatan anak-anak terganggu. Kita sudah mengetahui bahwa masih banyak keluarga Indonesia yang belum memiliki hunian layak, sehingga anak-anak tumbuh di permukiman padat dengan sanitasi buruk," ujar Hashim dalam Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di lahan aset PT Kereta Api Indonesia, kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin.
Hashim menyoroti tingginya prevalensi tuberkulosis di Indonesia yang erat kaitannya dengan kondisi hunian tak memadai. Berdasarkan laporan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus TBC dan 125 ribu kematian per tahun. Angka tersebut menempatkan Indonesia di bawah India dalam hal prevalensi TBC tertinggi dunia.
"Penyakit paru-paru ini diakibatkan perumahan yang berdekatan di tempat kumuh, dengan sanitasi buruk dan ventilasi tidak memadai. Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan menyatakan banyak anak-anak dan masyarakat kita mengidap TBC. Ini malapetaka bagi bangsa Indonesia," tegasnya.
Temuan tersebut diperkuat melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah menjangkau 72 juta masyarakat Indonesia. Hasil pemeriksaan menunjukkan masih tingginya penderita TBC akibat kualitas lingkungan tempat tinggal yang buruk.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (9/11/2025) menyatakan bahwa penanganan TBC menjadi salah satu dari tiga program percepatan kesehatan Presiden Prabowo Subianto, mengingat penyakit ini diprediksi mampu merenggut 125 ribu nyawa pada 2025.
Percepatan Penurunan Stunting melalui Perbaikan Hunian dan Intervensi Gizi
Di berbagai daerah, upaya penurunan stunting terus digencarkan melalui pendekatan multisektor.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura menyalurkan bantuan intervensi stunting bagi ibu hamil dan anak di Distrik Kaureh. Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura Dewi Sartika Wonda menjelaskan bahwa bantuan mencakup dua ton beras dan paket makanan tambahan bergizi yang didistribusikan ke posyandu di lima kampung, yakni Soskotek, Umbron, Yadauw, Papua, dan Sebu.
sumber : Antara

5 hours ago
2

















































