Sejumlah warga membawa paket sembako pada operasi pasar murah.
REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Operasi Pasar Murah (OPM) resmi diluncurkan di Kabupaten Majalengka, Kamis (16/7/2026). Program tersebut dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan laju inflasi daerah, serta meringankan beban ekonomi masyarakat.
OPM itu digelar Pemkab Majalengka melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (Sub) Cirebon. “OPM rutin dilaksanakan setiap Kamis mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Pasar Disperdagin Kabupaten Majalengka, Taufikurohman, saat ditemui di Pasar Cigasong, Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan, Operasi Pasar Murah itu diadakan secara serentak di empat pasar milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Majalengka. Yaitu, Pasar Cigasong, Pasar Kadipaten, Pasar Talaga dan Pasar Prapatan Sumberjaya.
Menurutnya, ada dua komoditas utama yang dipasok langsung oleh Bulog Sub Cirebon dalam OPM. Yakni, beras kualitas medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta minyak goreng rakyat (Minyakita) dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)
Untuk beras SPHP, dijual dengan harga Rp 58.000 per kemasan 5 kg atau lebih hemat dari HET Rp 62.500/5 kg. Sedangkan Minyakita dijual dengan harga Rp 15.500 per liter atau dibawah HET Rp 15.700 per liter.
“Dan untuk memastikan pemerataan, pembelian minyak goreng dibatasi maksimal dua liter per orang," tuturnya.

6 hours ago
3















































