Mudik Lebaran 2026 di Jogja Lebih Tertib, Korban Jiwa Turun Tajam

3 hours ago 1

Mudik Lebaran 2026 di Jogja Lebih Tertib, Korban Jiwa Turun Tajam Foto ilustrasi kendaraan melintas di jalan tol. / Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang melintasi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung lebih tertib dibanding tahun sebelumnya. Evaluasi terbaru menunjukkan angka korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas turun signifikan selama periode angkutan Lebaran tahun ini.

Penurunan fatalitas tercatat mencapai 31,19% atau setara berkurangnya 136 jiwa dibanding Lebaran 2025. Kondisi ini menjadi indikator paling menonjol dari perbaikan keselamatan lalu lintas selama masa mudik dan balik.

Selain itu, total jumlah kecelakaan juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya 3.754 kasus pada 2025, angka tersebut turun menjadi 3.517 kasus pada 2026 atau berkurang 6,31%.

Data Analisa dan Evaluasi (Anev) Kapolri mencatat tren positif ini tidak lepas dari strategi pengaturan lalu lintas yang diterapkan di lapangan. Rekayasa lalu lintas yang lebih terukur serta koordinasi lintas instansi dinilai mampu menekan risiko kecelakaan.

“Penurunan tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang terukur dan presisi, serta sinergi antarinstansi dalam pengelolaan arus mudik dan balik,” demikian keterangan tertulis yang dikutip dari data resmi Anev Kapolri sebagaimana diunggah di akun resmi Humas Pemda DIY dikutip, Senin (20/4/2026).

Di sisi lain, kondisi cuaca yang relatif stabil juga ikut berperan. Selama periode Angkutan Lebaran 2026, wilayah DIY tidak mengalami bencana alam signifikan yang dapat mengganggu infrastruktur jalan maupun mobilitas pemudik.

Petugas di lapangan juga memaksimalkan pemetaan titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Penempatan personel di lokasi strategis membuat arus kendaraan tetap terkendali, baik saat puncak mudik maupun arus balik.

Kolaborasi antara Polri, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas. Upaya ini berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat yang melintasi DIY selama periode Lebaran.

Mobilitas Tembus 10 Juta

Pergerakan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak tajam hingga menembus lebih dari 10,8 juta orang. Arus masuk ke DIY tercatat lebih besar dibandingkan arus keluar, menandakan tingginya daya tarik wilayah ini selama libur Lebaran.

Berdasarkan data pemantauan lalu lintas terbaru, total mobilitas mencapai 10.805.079 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.685.094 orang masuk ke DIY, sedangkan 5.119.985 orang tercatat keluar dari wilayah ini.

Lonjakan mobilitas juga terlihat dari kendaraan yang melintas. Total kendaraan tercatat mencapai 5.569.341 unit, dengan rincian 3.002.209 kendaraan masuk dan 2.567.132 kendaraan keluar dari DIY.

Selain kendaraan pribadi, pergerakan penumpang angkutan umum juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 1.067.701 penumpang menggunakan moda transportasi umum, dengan 548.688 orang berangkat dari DIY dan 519.013 orang datang menuju DIY.

Pemantauan lalu lintas difokuskan di sejumlah titik perbatasan yang menjadi jalur utama keluar masuk kendaraan. Di sisi timur, arus dipantau di Simpang Prambanan di perbatasan dengan Klaten.

Sementara di sisi utara, pengawasan dilakukan di Tempel dan Jembatan Krasak yang berbatasan dengan Magelang. Adapun di sisi barat, titik krusial berada di Temon Purworejo serta Jalur Daendels di Temon Congot.

Wilayah Gunungkidul juga menjadi perhatian melalui jalur Rongkop, Semin, Gedangsari, dan Ngawen yang kerap dilalui pemudik.

Untuk mengurai kepadatan di jalur utama, jalur alternatif disiapkan di sejumlah titik, seperti jalur Samudra Raksa Kalibawang untuk akses utara-barat dan Kikis Joholanang untuk jalur utara-timur.

Lonjakan pergerakan juga terpantau di simpul transportasi utama. Aktivitas penumpang meningkat di Stasiun Yogyakarta (Tugu) dan Lempuyangan, serta terminal Giwangan dan Dhaksainarga (Tipe A).

Terminal Jombor dan Wates (Tipe B) serta Terminal Semin (Tipe C) juga mencatat peningkatan mobilitas. Sementara di sektor udara, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan Adisutjipto turut mengalami lonjakan penumpang.

Tingginya angka mobilitas ini memperlihatkan DIY tetap menjadi tujuan utama, baik untuk mudik maupun wisata selama libur Lebaran. Kondisi ini sekaligus menuntut kewaspadaan pengguna jalan agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|