Ilustrasi nelayan. Foto dibuat oleh AI - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat tertutup dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (20/4/2026) siang.
Agenda utama mencakup program Kampung/Desa Nelayan Merah Putih yang kini memasuki tahap rekrutmen nasional.
Kedua menteri tersebut tiba secara bergantian sejak pukul 13.30 WIB. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.
Brian Yuliarto mengaku belum tahu pasti topik rapat. Meski demikian ia menduga pembahasan menyentuh proyek giant sea wall.
“Cuma mungkin tentang giant sea wall [tanggul laut raksasa] ya, tetapi nanti saya lihat dulu ya. Nanti saya kabarin,” katanya saat menjawab wartawan sebelum masuk.
Sebagai Mendiktisaintek, Brian menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung program prioritas pemerintah Presiden prabowo. Ia berjanji akan berusaha memaksimalkan kontribusi tersebut khususnya mengerahkan peran akademisi.
Sementara Sakti Wahyu Trenggono menyebut kemungkinan membahas "kampung nelayan". Ia juga belum merinci agenda saat ditemui wartawan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih baru saja membuka rekrutmen 5.476 formasi pada Rabu (15/4). Seleksi ini ditujukan bagi pengelola kampung pesisir modern.
Adapun Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel serta dipastikan tanpa pungli. Adapun seleksi hanya dilakukan melalui kanal resmi phtc.panselnas.go.id.
Peserta dibuka untuk lulusan D3, D4, dan S1 semua jurusan dengan usia maksimal 35 tahun serta IPK minimal 2,75. Penempatan di PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai BUMN dengan skema PKWT dua tahun.
"Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada biaya. Semua proses hanya melalui kanal resmi phtc.panselnas.go.id. Bila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan, itu penipuan," kata Zulhas.
Prioritas diberikan pada masyarakat lokal. Jika nilai sama, kandidat dari kawasan terdekat dipilih lebih dulu. "Kalau ada dua kandidat dengan nilai sama maka diprioritaskan yang berasal dari kawasan terdekat dari lokai," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara










































