REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di balik lahirnya ribuan desa, ratusan kabupaten, hingga sejumlah provinsi baru di Indonesia, terdapat jejak panjang program transmigrasi. Hingga kini, menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi 1.567 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, dan 3 ibu kota provinsi, menjadikannya salah satu fondasi penting pembangunan wilayah di Indonesia.
“Selama ini orang mengenal transmigrasi hanya sebagai program memindahkan penduduk. Padahal kontribusinya jauh lebih besar. Transmigrasi telah melahirkan lebih dari 1.500 desa definitif, 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten, bahkan tiga ibu kota provinsi di Indonesia,” kata Menteri Iftitah saat Media Gathering Kementerian Transmigrasi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ketiga provinsi tersebut adalah Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan yang tumbuh dari kawasan-kawasan transmigrasi. Sejak pertama kali dilaksanakan, program transmigrasi juga telah memfasilitasi perpindahan sekitar 9,1 juta jiwa yang kemudian menjadi penggerak lahirnya permukiman, pusat-pusat ekonomi, serta pemerintahan baru di berbagai wilayah Indonesia.
“Transmigrasi telah membuka kawasan-kawasan baru yang kemudian berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa transmigrasi memiliki peran strategis dalam membangun Indonesia,” ujarnya.
Menurut Menteri Iftitah, capaian tersebut menjadi pijakan untuk mentransformasi kebijakan transmigrasi agar semakin relevan dengan tantangan pembangunan masa depan. Jika dahulu orientasinya adalah pemerataan penduduk, kini fokus pemerintah bergeser pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau dulu fokusnya distribusi penduduk, sekarang fokus kita adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi. Ukuran keberhasilannya bukan lagi berapa orang yang dipindahkan, tetapi berapa banyak masyarakat yang bisa disejahterakan,” tegasnya.
Ia menjelaskan pembangunan kawasan transmigrasi kini dilakukan secara terpadu dengan mengintegrasikan permukiman, kawasan industri, pertanian modern, pendidikan, layanan kesehatan, serta investasi agar manfaat ekonominya tumbuh secara berkelanjutan. “Kalau dahulu transmigrasi membuka wilayah baru, hari ini tugas kita adalah menjadikan kawasan-kawasan itu sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Di sanalah investasi tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Itulah wajah baru transmigrasi Indonesia,” ujar Menteri Iftitah.

3 hours ago
5













































