Mengulas Sejarah Masjid Qiblatain, Tempat Berpindahnya Arah Kiblat Umat Islam  

3 hours ago 3

Suasana Masjid Qiblatain di Madinah. Masjid Qiblatain adalah salah satu masjid bersejarah di Madinah. Di masjid ini saat Rasulullah memimpin Sholat Dzhuhur, di rakaat kedua wahyu turun yang memerintahkan Rasulullah mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina menuju Ka

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi sejarah yang paling sering dikunjungi jamaah saat berada di Kota Madinah. Hal ini seiring menjadi penanda berpindahnya arah kiblat umat Islam dari sebelumnya mengarah ke Baitul Maqdis di Palestina menjadi ke Ka’bah di Makkah.

"Masjid ini sebenarnya juga dikenal sebagai Masjid Bani Salimah, karena di zaman Nabi Muhammad SAW dahulu, daerah ini merupakan kawasan permukiman dari Bani Salimah," ujar tour guide Indonesia di Madinah, Ibrahim Al Haq.

Ia menambahkan bahwa keturunan dari Bani Salimah merupakan salah satu kaum yang menjadi pendukung setia perjuangan Rasulullah SAW sewaktu berada di Madinah. Secara geografis, letak tempat ibadah bersejarah ini berjarak sekitar 4 kilometer dari Masjid Nabawi.

Lantaran lokasinya yang dirasa agak jauh pada masa itu, Bani Salimah sempat berniat untuk pindah rumah ke sekitar lingkungan Masjid Nabawi agar bisa selalu dekat dengan Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW meminta mereka untuk tetap tinggal di sana.

Beliau menenangkan mereka dengan menjelaskan bahwa jika mereka harus berjalan jauh menuju Masjid Nabawi, maka pahala yang didapat justru akan semakin banyak seiring dengan setiap langkah kaki yang dilalui.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|